bendera

Jumat, 03 Juli 2026    18:16 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OPINI
 


OEF dan Perang Digital: Jalan Tengah antara Pertahanan, Fiskal, dan Ketahanan Pangan


Tim Red,    08 November 2025,    18:35 WIB

OEF dan Perang Digital: Jalan Tengah antara Pertahanan, Fiskal, dan Ketahanan Pangan
Komjen Pol (P) Drs. Didi Widayadi, MBA

Oleh: Komjen Pol (Purn.) Drs. Didi Widayadi, MBA 


Mediaindonesianews.com: Indonesia memasuki era perang baru—bukan sekadar di medan tempur, tetapi di ruang data, algoritma, dan persepsi publik. Karena itu, kebijakan pembangunan Optimum Essential Force (OEF) oleh TNI AD hingga 2029 patut dibaca bukan sebagai ambisi memperbanyak pasukan, melainkan strategi membangun kecerdasan pertahanan nasional yang relevan di tengah krisis fiskal dan tantangan global.

Paradigma Baru Pertahanan

Konsep OEF menekankan efisiensi dan efektivitas. Fokusnya bukan berapa banyak batalyon dibentuk, melainkan seberapa tangguh dan cepat sistem pertahanan merespons ancaman multidimensi: siber, ruang angkasa, informasi, dan pangan.


Dalam konteks perang berbasis AI, yang dibutuhkan adalah “mata, otak, dan gigi digital”: sistem C4ISR, drone dan anti-drone, komando siber, serta kemampuan perang elektronik yang terintegrasi.

Krisis Fiskal dan Prioritas Baru

Kondisi keuangan negara tidak memungkinkan ekspansi militer konvensional besar-besaran. Setiap rupiah pertahanan harus bernilai strategis. Karena itu, arah OEF sebaiknya beralih dari manpower-heavy ke tech-intensive:

Pendekatan ini akan membuat OEF bukan sekadar proyek militer, tetapi investasi nasional yang menopang stabilitas fiskal, pangan, dan energi.

Ketahanan Pangan dan Peran TNI-AD

Keterlibatan batalyon teritorial (YTP) dalam ketahanan pangan perlu ditempatkan secara proporsional. TNI bukan operator ekonomi, melainkan penopang stabilitas. Fungsi YTP bisa diarahkan pada pengamanan distribusi, mitigasi bencana, dan dukungan logistik di daerah terpencil.

TNI dapat menjadi katalis pemberdayaan lokal tanpa menggeser peran kementerian dan petani. Ini penting agar supremasi sipil tetap terjaga dan pembangunan ekonomi tidak termiliterisasi.

Profesionalisme dan Perang Digital

Masa depan perang adalah digital warfare. Profesionalisme militer kini ditentukan oleh kecakapan analitik dan kecepatan pengambilan keputusan berbasis data. Langkah ke depan:

Dengan pendekatan ini, Indonesia bisa mengubah ancaman digital menjadi peluang untuk lahirnya Bhayangkara Digital—kombinasi disiplin militer dan kecerdasan teknologi.

Supremasi Sipil dan Tata Kelola

OEF harus berjalan dalam kerangka supremasi sipil. Presiden sebagai Panglima Tertinggi bertanggung jawab menjaga agar kebijakan pertahanan tidak bergeser menjadi politik ekonomi berseragam militer. Perlu audit pertahanan nasional yang menilai bukan hanya peralatan, tapi juga kesiapan digital, interoperabilitas, dan daya tahan logistik. Transparansi ini akan memperkuat kepercayaan publik dan efisiensi fiskal.

Benchmark Dunia

Beberapa negara kecil berhasil menjadi kekuatan besar karena efisiensi dan kecerdasan:

Indonesia bisa mengambil pelajaran ini untuk membangun OEF-Nusantara—pertahanan adaptif berbasis teknologi, sosial, dan spiritual bangsa.

Arah Strategis untuk Presiden

OEF bukan sekadar proyek pertahanan, melainkan cermin kesiapan bangsa menghadapi zaman ketika perang terjadi di layar dan jaringan, bukan di parit dan barak.

Dengan visi kepemimpinan presiden yang kuat, Indonesia dapat memadukan kekuatan militer, stabilitas fiskal, dan kemandirian pangan menjadi satu sistem ketahanan total 2045: cerdas secara teknologi, tangguh secara ekonomi, dan berjiwa Pancasila.

 

**Penulis Adalah Mantan KA BPKP, Lemhanas Kra 29 dan Founder DW-GPT Institute


banner
NASIONAL
img
Jumat, 03 Juli 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan 87 persen Lahan Baku Sawah (LBS) nasional ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) pada 2029. Target tersebut
img
Jumat, 03 Juli 2026
Cikeas-Mediaindonesianews.com: Politeknik Agraria STPN, perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), menggelar Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Tahun Akademik 2026/2027 untuk menjaring
img
Kamis, 02 Juli 2026
Serpong - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. memimpin Uji Naskah III dan Pengesahan Doktrin TNI Perisai Trisula Nusantara yang diikuti
img
Kamis, 02 Juli 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mencatat rata-rata 8,4 juta layanan pertanahan diproses setiap tahun dalam lima tahun terakhir, dengan rata-rata Penerimaan Negara Bukan Pajak
img
Kamis, 02 Juli 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaporkan capaian pelaksanaan tujuh layanan prioritas yang menjadi fokus transformasi pelayanan pertanahan dan tata ruang dalam Rapat Dengar Pendapat
img
Rabu, 01 Juli 2026
Bogor - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri Upacara Peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara Tahun 2026 yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara di Lapangan Satuan Latihan Korps

MEDIA INDONESIA NEWS