bendera

Senin, 17 Agustus 2026    20:15 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OPINI
 


OEF dan Perang Digital: Jalan Tengah antara Pertahanan, Fiskal, dan Ketahanan Pangan


Tim Red,    08 November 2025,    18:35 WIB

OEF dan Perang Digital: Jalan Tengah antara Pertahanan, Fiskal, dan Ketahanan Pangan
Komjen Pol (P) Drs. Didi Widayadi, MBA

Oleh: Komjen Pol (Purn.) Drs. Didi Widayadi, MBA 


Mediaindonesianews.com: Indonesia memasuki era perang baru—bukan sekadar di medan tempur, tetapi di ruang data, algoritma, dan persepsi publik. Karena itu, kebijakan pembangunan Optimum Essential Force (OEF) oleh TNI AD hingga 2029 patut dibaca bukan sebagai ambisi memperbanyak pasukan, melainkan strategi membangun kecerdasan pertahanan nasional yang relevan di tengah krisis fiskal dan tantangan global.

Paradigma Baru Pertahanan

Konsep OEF menekankan efisiensi dan efektivitas. Fokusnya bukan berapa banyak batalyon dibentuk, melainkan seberapa tangguh dan cepat sistem pertahanan merespons ancaman multidimensi: siber, ruang angkasa, informasi, dan pangan.


Dalam konteks perang berbasis AI, yang dibutuhkan adalah “mata, otak, dan gigi digital”: sistem C4ISR, drone dan anti-drone, komando siber, serta kemampuan perang elektronik yang terintegrasi.

Krisis Fiskal dan Prioritas Baru

Kondisi keuangan negara tidak memungkinkan ekspansi militer konvensional besar-besaran. Setiap rupiah pertahanan harus bernilai strategis. Karena itu, arah OEF sebaiknya beralih dari manpower-heavy ke tech-intensive:

Pendekatan ini akan membuat OEF bukan sekadar proyek militer, tetapi investasi nasional yang menopang stabilitas fiskal, pangan, dan energi.

Ketahanan Pangan dan Peran TNI-AD

Keterlibatan batalyon teritorial (YTP) dalam ketahanan pangan perlu ditempatkan secara proporsional. TNI bukan operator ekonomi, melainkan penopang stabilitas. Fungsi YTP bisa diarahkan pada pengamanan distribusi, mitigasi bencana, dan dukungan logistik di daerah terpencil.

TNI dapat menjadi katalis pemberdayaan lokal tanpa menggeser peran kementerian dan petani. Ini penting agar supremasi sipil tetap terjaga dan pembangunan ekonomi tidak termiliterisasi.

Profesionalisme dan Perang Digital

Masa depan perang adalah digital warfare. Profesionalisme militer kini ditentukan oleh kecakapan analitik dan kecepatan pengambilan keputusan berbasis data. Langkah ke depan:

Dengan pendekatan ini, Indonesia bisa mengubah ancaman digital menjadi peluang untuk lahirnya Bhayangkara Digital—kombinasi disiplin militer dan kecerdasan teknologi.

Supremasi Sipil dan Tata Kelola

OEF harus berjalan dalam kerangka supremasi sipil. Presiden sebagai Panglima Tertinggi bertanggung jawab menjaga agar kebijakan pertahanan tidak bergeser menjadi politik ekonomi berseragam militer. Perlu audit pertahanan nasional yang menilai bukan hanya peralatan, tapi juga kesiapan digital, interoperabilitas, dan daya tahan logistik. Transparansi ini akan memperkuat kepercayaan publik dan efisiensi fiskal.

Benchmark Dunia

Beberapa negara kecil berhasil menjadi kekuatan besar karena efisiensi dan kecerdasan:

Indonesia bisa mengambil pelajaran ini untuk membangun OEF-Nusantara—pertahanan adaptif berbasis teknologi, sosial, dan spiritual bangsa.

Arah Strategis untuk Presiden

OEF bukan sekadar proyek pertahanan, melainkan cermin kesiapan bangsa menghadapi zaman ketika perang terjadi di layar dan jaringan, bukan di parit dan barak.

Dengan visi kepemimpinan presiden yang kuat, Indonesia dapat memadukan kekuatan militer, stabilitas fiskal, dan kemandirian pangan menjadi satu sistem ketahanan total 2045: cerdas secara teknologi, tangguh secara ekonomi, dan berjiwa Pancasila.

 

**Penulis Adalah Mantan KA BPKP, Lemhanas Kra 29 dan Founder DW-GPT Institute


banner
NASIONAL
img
Senin, 17 Agustus 2026
Ugimba, mediaindonesianews.com - Di balik bentangan Pegunungan Papua yang menjulang tinggi, Distrik Ugimba, provinsi Papua Tengah, menjadi salah satu wilayah dengan tantangan geografis paling berat. Akses yang terbatas,
img
Senin, 17 Agustus 2026
Jakarta - Mabes TNI menggelar Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipimpin oleh Waasrenum Panglima TNI Mayjen TNI Harvin Kidingallo, S.H., S.T., M.Han., selaku Inspektur Upacara (Irup), serta
img
Senin, 17 Agustus 2026
Jakarta, mediaindonesianews.com - TNI terus mengoptimalkan pemberian bantuan penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga hari kedua, Minggu (16/8/2026), sebanyak 1.201 personel telah dikerahkan untuk
img
Senin, 17 Agustus 2026
Jakarta - Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan mengikuti Ziarah Nasional dan Renungan Suci
img
Senin, 17 Agustus 2026
Ugimba, mediaindonesianews.com - Selama lebih dari satu dekade, Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, menghadapi tantangan keterisolasian akibat kondisi geografis yang ekstrem, keterbatasan akses transportasi, serta dinamika
img
Minggu, 16 Agustus 2026
Denpasar-Mediaindonesianews.com: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangli, Komang Carles, menghadiri Rapat Paripurna ke-47 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-68 Provinsi

MEDIA INDONESIA NEWS