bendera

Jumat, 02 Oktober 2026    09:06 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OPINI
 


OEF dan Perang Digital: Jalan Tengah antara Pertahanan, Fiskal, dan Ketahanan Pangan


Tim Red,    08 November 2025,    18:35 WIB

OEF dan Perang Digital: Jalan Tengah antara Pertahanan, Fiskal, dan Ketahanan Pangan
Komjen Pol (P) Drs. Didi Widayadi, MBA

Oleh: Komjen Pol (Purn.) Drs. Didi Widayadi, MBA 


Mediaindonesianews.com: Indonesia memasuki era perang baru—bukan sekadar di medan tempur, tetapi di ruang data, algoritma, dan persepsi publik. Karena itu, kebijakan pembangunan Optimum Essential Force (OEF) oleh TNI AD hingga 2029 patut dibaca bukan sebagai ambisi memperbanyak pasukan, melainkan strategi membangun kecerdasan pertahanan nasional yang relevan di tengah krisis fiskal dan tantangan global.

Paradigma Baru Pertahanan

Konsep OEF menekankan efisiensi dan efektivitas. Fokusnya bukan berapa banyak batalyon dibentuk, melainkan seberapa tangguh dan cepat sistem pertahanan merespons ancaman multidimensi: siber, ruang angkasa, informasi, dan pangan.


Dalam konteks perang berbasis AI, yang dibutuhkan adalah “mata, otak, dan gigi digital”: sistem C4ISR, drone dan anti-drone, komando siber, serta kemampuan perang elektronik yang terintegrasi.

Krisis Fiskal dan Prioritas Baru

Kondisi keuangan negara tidak memungkinkan ekspansi militer konvensional besar-besaran. Setiap rupiah pertahanan harus bernilai strategis. Karena itu, arah OEF sebaiknya beralih dari manpower-heavy ke tech-intensive:

Pendekatan ini akan membuat OEF bukan sekadar proyek militer, tetapi investasi nasional yang menopang stabilitas fiskal, pangan, dan energi.

Ketahanan Pangan dan Peran TNI-AD

Keterlibatan batalyon teritorial (YTP) dalam ketahanan pangan perlu ditempatkan secara proporsional. TNI bukan operator ekonomi, melainkan penopang stabilitas. Fungsi YTP bisa diarahkan pada pengamanan distribusi, mitigasi bencana, dan dukungan logistik di daerah terpencil.

TNI dapat menjadi katalis pemberdayaan lokal tanpa menggeser peran kementerian dan petani. Ini penting agar supremasi sipil tetap terjaga dan pembangunan ekonomi tidak termiliterisasi.

Profesionalisme dan Perang Digital

Masa depan perang adalah digital warfare. Profesionalisme militer kini ditentukan oleh kecakapan analitik dan kecepatan pengambilan keputusan berbasis data. Langkah ke depan:

Dengan pendekatan ini, Indonesia bisa mengubah ancaman digital menjadi peluang untuk lahirnya Bhayangkara Digital—kombinasi disiplin militer dan kecerdasan teknologi.

Supremasi Sipil dan Tata Kelola

OEF harus berjalan dalam kerangka supremasi sipil. Presiden sebagai Panglima Tertinggi bertanggung jawab menjaga agar kebijakan pertahanan tidak bergeser menjadi politik ekonomi berseragam militer. Perlu audit pertahanan nasional yang menilai bukan hanya peralatan, tapi juga kesiapan digital, interoperabilitas, dan daya tahan logistik. Transparansi ini akan memperkuat kepercayaan publik dan efisiensi fiskal.

Benchmark Dunia

Beberapa negara kecil berhasil menjadi kekuatan besar karena efisiensi dan kecerdasan:

Indonesia bisa mengambil pelajaran ini untuk membangun OEF-Nusantara—pertahanan adaptif berbasis teknologi, sosial, dan spiritual bangsa.

Arah Strategis untuk Presiden

OEF bukan sekadar proyek pertahanan, melainkan cermin kesiapan bangsa menghadapi zaman ketika perang terjadi di layar dan jaringan, bukan di parit dan barak.

Dengan visi kepemimpinan presiden yang kuat, Indonesia dapat memadukan kekuatan militer, stabilitas fiskal, dan kemandirian pangan menjadi satu sistem ketahanan total 2045: cerdas secara teknologi, tangguh secara ekonomi, dan berjiwa Pancasila.

 

**Penulis Adalah Mantan KA BPKP, Lemhanas Kra 29 dan Founder DW-GPT Institute


banner
NASIONAL
img
Kamis, 01 Oktober 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R dan para Kepala Staf Angkatan menghadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026...
img
Kamis, 01 Oktober 2026
Jakarta - Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI Marsda TNI Djohn Amarul, S.A.B., M.A. memimpin Sidang Pantukhir Tahap II Penerimaan Perwira PSDP Penerbang TNI Tahun Anggaran 2026, yang berlangsung di Aula...
img
Kamis, 01 Oktober 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Layanan Peralihan Hak Terintegrasi (PERINTIS) 10 Hari yang diterapkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memberikan kepastian waktu dalam proses balik nama sertipikat tanah. Layanan ini menargetkan...
img
Kamis, 01 Oktober 2026
Jakarta - Mabes TNI menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang dipimpin Pa Sahli Tk. III Bid. Komsos Panglima TNI Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, S.Sos., M.M.,...
img
Kamis, 01 Oktober 2026
Kalbar - Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R mendampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dalam acara penganugerahan Satyalancana Dharma Samudera kepada 361 personel Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF)...
img
Rabu, 30 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Memasuki 66 tahun lahirnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengakselerasi sejumlah program strategis di bidang...

MEDIA INDONESIA NEWS