bendera

Jumat, 03 April 2026    09:27 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OPINI
 


Jadikan Pancasila Sebagai Benteng Pertahanan Bangsa


Lian,    20 Juni 2021,    22:42 WIB

Jadikan Pancasila Sebagai Benteng Pertahanan Bangsa
Dr. Magit Les Denny Tewu, SE, MM

Jakarta - mediaindonesian.com: Pancasila merupakan Etika Kebangsaan yang tidak semestinya dipertentangkan dengan agama. Dasar negara itu di Desain agar seluruh masyarakat bisa menganut keyakinan atau agama masing masing secara damai. Oleh karena itu Pancasila tak layak dipolitisasi untuk kepentingan yang terkait dengan nilai  keagamaan. Menurut pandangan  Dr. Magit Les Denny Tewu, SE, MM,  76 tahun Indonesia Merdeka telah membuktikan bahwa Pancasila sebagai pemersatu bangsa tidak perlu diragukan dan dipersoalkan apalagi dengan agama-agama yang memiliki basis utama di Indonesia, karena perdebatan antara Pancasila dan agama-agama  yang berakar di Indonesia itu sudah selesai dan sudah tuntas, semua agama yang berakar di Indonesia sudah sepakat Pancasila sebagai Idiologi fondasi bangsa yang tidak bertentangan dengan agama-agama yang ada di Indonesia, ujar Wakil Rektor 2 Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, Minggu (20/6/2021).

Pertentangan antara pancasila dan agama kembali menjadi pembicaraan publik seiring dengan pengakuan sejumlah pegawai KPK yang tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK). Tes itu dinilai sejumlah pihak kontroversi salah satunya karena diduga ada materi pertanyaan terkait dengan pilihan antara pancasila dan agama. Menurutnya, seharusnya Pancasila dan Agama tidak bisa dipilih salah satu, itu ibarat sibuah malakama kalau tidak makan Ibu mati tapi kalau makan bapaknya mati.

“Artinya kalau kita pilih Pancasila berarti kita tidak beragama karena Pancasila bukan agama, sementara kalau kita pilih agama maka seakan kita tidak Pancasilais yang sejalan dengan nilai-nilai  agama, dan memang faktanya bahwa pertanyaan itu tidak dibutuhkan jawabannya, penanya hanya ingin melihat respons dari yang ditanyakan secara psichologis,” tegasnya..

Banyaknya yang masih pro kontra  atas  pancasila dan agama. Menurut Dia, itu karena mereka tidak paham dan mungkin masih kurang sosialisasi, atau pun kalau mereka masih bingung bisa saja agama atau keyakinan mereka bukan agama yang berakar dari Indonesia dan telah tumbuh di Indonesia sejak Indonesia Merdeka.

“Ada begitu banyak agama maupun paham yang berkembang di luar Indonesia yang belum tentu cocok dengan nilai kebangsaan di Indonesia,” urainya.

Untuk itu Dr. Magit Les Denny Tewu, SE, MM berpandangan, biarlah Pancasila tetap dengan kesaktiannya menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia dari berbagai pengaruh luar yang belum tentu cocok dengan nilai-nilai  pluralisme yang telah ada berakar bertumbuh bahkan telah menghasilkan buah di Indonesia.

“Harapan kedepan kita bisa tetap jadikan Pancasila sebagai benteng pertahanan bangsa yang akan menghadapi pengaruh-pengaruh  buruk apapun itu termasuk agama dan doktrin-doktrin  yang menyesatkan dari luar saat ini maupun diwaktu-waktu yang akan datang,” pungkasnya. (lian)




banner
NASIONAL
img
Kamis, 02 April 2026
Sulut - Reaksi cepat TNI ditunjukkan dengan segera mengerahkan prajurit pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026). Melalui prajurit Kodam XIII/Merdeka, TNI
img
Kamis, 02 April 2026
Sumut-Mediaindonesianews.com: Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan kawasan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di
img
Kamis, 02 April 2026
Palu-Mediaindonesianews.com: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan pembatasan alih fungsi lahan sawah sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian
img
Rabu, 01 April 2026
Palu-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggandeng kalangan akademisi untuk mempercepat legalisasi tanah wakaf di Indonesia. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara
img
Rabu, 01 April 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Transformasi digital layanan pertanahan yang dijalankan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus diperkuat dengan menyeimbangkan kemudahan layanan, keamanan data, dan kepastian hukum. Menteri
img
Rabu, 01 April 2026
Jakarta - Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta menggelar sidang perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan satelit Navayo periode 2012–2021 pada hari Selasa (31/3/2026), di ruang sidang utama Pengadilan Militer Tinggi

MEDIA INDONESIA NEWS