bendera

Senin, 18 Mei 2026    18:47 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OPINI
 


Jadikan Pancasila Sebagai Benteng Pertahanan Bangsa


Lian,    20 Juni 2021,    22:42 WIB

Jadikan Pancasila Sebagai Benteng Pertahanan Bangsa
Dr. Magit Les Denny Tewu, SE, MM

Jakarta - mediaindonesian.com: Pancasila merupakan Etika Kebangsaan yang tidak semestinya dipertentangkan dengan agama. Dasar negara itu di Desain agar seluruh masyarakat bisa menganut keyakinan atau agama masing masing secara damai. Oleh karena itu Pancasila tak layak dipolitisasi untuk kepentingan yang terkait dengan nilai  keagamaan. Menurut pandangan  Dr. Magit Les Denny Tewu, SE, MM,  76 tahun Indonesia Merdeka telah membuktikan bahwa Pancasila sebagai pemersatu bangsa tidak perlu diragukan dan dipersoalkan apalagi dengan agama-agama yang memiliki basis utama di Indonesia, karena perdebatan antara Pancasila dan agama-agama  yang berakar di Indonesia itu sudah selesai dan sudah tuntas, semua agama yang berakar di Indonesia sudah sepakat Pancasila sebagai Idiologi fondasi bangsa yang tidak bertentangan dengan agama-agama yang ada di Indonesia, ujar Wakil Rektor 2 Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, Minggu (20/6/2021).

Pertentangan antara pancasila dan agama kembali menjadi pembicaraan publik seiring dengan pengakuan sejumlah pegawai KPK yang tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK). Tes itu dinilai sejumlah pihak kontroversi salah satunya karena diduga ada materi pertanyaan terkait dengan pilihan antara pancasila dan agama. Menurutnya, seharusnya Pancasila dan Agama tidak bisa dipilih salah satu, itu ibarat sibuah malakama kalau tidak makan Ibu mati tapi kalau makan bapaknya mati.

“Artinya kalau kita pilih Pancasila berarti kita tidak beragama karena Pancasila bukan agama, sementara kalau kita pilih agama maka seakan kita tidak Pancasilais yang sejalan dengan nilai-nilai  agama, dan memang faktanya bahwa pertanyaan itu tidak dibutuhkan jawabannya, penanya hanya ingin melihat respons dari yang ditanyakan secara psichologis,” tegasnya..

Banyaknya yang masih pro kontra  atas  pancasila dan agama. Menurut Dia, itu karena mereka tidak paham dan mungkin masih kurang sosialisasi, atau pun kalau mereka masih bingung bisa saja agama atau keyakinan mereka bukan agama yang berakar dari Indonesia dan telah tumbuh di Indonesia sejak Indonesia Merdeka.

“Ada begitu banyak agama maupun paham yang berkembang di luar Indonesia yang belum tentu cocok dengan nilai kebangsaan di Indonesia,” urainya.

Untuk itu Dr. Magit Les Denny Tewu, SE, MM berpandangan, biarlah Pancasila tetap dengan kesaktiannya menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia dari berbagai pengaruh luar yang belum tentu cocok dengan nilai-nilai  pluralisme yang telah ada berakar bertumbuh bahkan telah menghasilkan buah di Indonesia.

“Harapan kedepan kita bisa tetap jadikan Pancasila sebagai benteng pertahanan bangsa yang akan menghadapi pengaruh-pengaruh  buruk apapun itu termasuk agama dan doktrin-doktrin  yang menyesatkan dari luar saat ini maupun diwaktu-waktu yang akan datang,” pungkasnya. (lian)




banner
NASIONAL
img
Minggu, 17 Mei 2026
Nganjuk - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu
img
Minggu, 17 Mei 2026
Jatim - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan dimulainya operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
img
Jumat, 15 Mei 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional mengingatkan masyarakat agar memahami perbedaan antara layanan pengecekan sertipikat dan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) guna menghindari kekeliruan dalam proses
img
Jumat, 15 Mei 2026
Semarang-Mediaindonesianews.com: Nusron Wahid menegaskan pentingnya disiplin, pembagian tugas yang jelas, serta tata kelola organisasi yang baik sebagai fondasi utama mewujudkan good governance. Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara
img
Jumat, 15 Mei 2026
Nganjuk - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dan Ketua Komisi IV DPR RI Ibu Siti Hediati Soeharto didampingi Kepala Staf Angkatan Darat
img
Jumat, 15 Mei 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menegaskan bahwa penentuan lokasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) merupakan kewenangan pemerintah daerah. Hal tersebut disampaikannya

MEDIA INDONESIA NEWS