bendera

Senin, 19 Oktober 2026    10:14 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

POLITIK
 


Risiko Tinggi Jika Berpergian dalam Situasi Pandemi Covid-19


dee maz,    06 April 2020,    19:08 WIB

Risiko Tinggi Jika Berpergian dalam Situasi Pandemi Covid-19

Jakarta - MINews : Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto mengatakan terdapat risiko terlalu tinggi jika masyarakat tetap berpergian termasuk mudik ke kampung halaman mereka dalam situasi pandemi COVID-19 sebagaimana terjadi saat ini. Risiko besar melakukan perjalanan jauh atau mudik di tengah COVID-19 tersebut tidak bicara tentang titik awal atau akhir, melainkan selama proses perjalanan. 


"Risikonya terlalu tinggi kalau berpergian dalam situasi seperti ini, sebab akan ada perjalanan panjang yang dilalui dan sangat mungkin bertemu banyak orang," kata Yuri pada perbincangan yang mengangkat tema "Sukses Isolasi Mandiri Selama 14 Hari" di Gedung Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Senin (6/4).

Sebagai contoh, saat seseorang sampai di terminal tentu bertemu banyak orang dan begitu pula saat berada di dalam kendaraan. Otomatis akan berinteraksi dengan orang yang tidak tahu kondisinya bagaimana. 

Apalagi saat berada di dalam bus dengan sirkulasi udara tertutup sehingga memungkinkan terjadi penyebaran jika ada yang terjangkit COVID-19 di dalamnya. 


"Nanti ada yang batuk, dropletnya bisa mengenai benda-benda di dalam bus," ujarnya. 

Namun bagi masyarakat yang sudah terlanjur mudik atau siapapun yang terpaksa berpergian, maka langkah atau upaya mesti dilakukan adalah menjaga jarak dalam berkomunikasi. 

Bahkan, untuk sementara tidak bersalaman dulu dengan keluarga di kampung dan rajin mencuci tangan. Di sisi lain, perlu pula memberikan penjelasan atau pemahaman terkait COVID-19 itu pada keluarga. 

Hal itu perlu dilakukan agar individu tersebut tidak menjadi pembawa potensi penyakit bagi keluarga di kampung halaman. Sebab tidak ada yang tahu apakah dia sebagai carrier atau pembawa virus atau bukan. 

"Karena bisa saja kita membawa virus. Apalagi 60-70 persen penderita COVID-19 merupakan orang tanpa gejala,” pungkas Yuri.

 


banner
NASIONAL
img
Minggu, 18 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL bersama unsur Maritime Tactical Operations (MTO) Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) melaksanakan infiltrasi bawah air dalam simulasi penyiapan pantai pendaratan...
img
Minggu, 18 Oktober 2026
Bali - KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II bersama Helikopter Panther HS-1305 Puspenerbal melaksanakan latihan unsur laut dengan tiga kapal perang Angkatan Bersenjata Australia...
img
Minggu, 18 Oktober 2026
Maybrat - Setelah hampir tujuh bulan berada dalam penguasaan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya pimpinan Manfred Fatem, dua senjata organik Yonif 9 Marinir jenis Caracal dan K3 Daewoo akhirnya...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 5/ABW Kodam V/Brawijaya bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) melaksanakan latihan penanganan bahan peledak (Explosive Ordnance Disposal/EOD) dalam rangka Latihan Gabungan...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Artileri Medan (Armed) TNI bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar Armed Subject Matter Expert Exchange (SMEE) dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - TNI bersama Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar latihan Non-combatant Evacuation Operation (NEO) dengan metode Tabletop Exercise (TTX). Latihan dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...

MEDIA INDONESIA NEWS