bendera

Sabtu, 01 Agustus 2026    04:34 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


Wamen Ossy Libatkan Mahasiswa Ekspedisi Patriot Petakan Persoalan Pertanahan di Kawasan Transmigrasi


Tim Red,    31 Juli 2026,    22:54 WIB

Wamen Ossy Libatkan Mahasiswa Ekspedisi Patriot Petakan Persoalan Pertanahan di Kawasan Transmigrasi
istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ossy Dermawan meminta Tim Ekspedisi Patriot 2026 ikut berperan dalam memetakan persoalan tata ruang dan pertanahan yang masih dihadapi masyarakat di kawasan transmigrasi.


Menurut Ossy, keterlibatan ribuan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi negeri dapat menjadi kontribusi strategis untuk menghasilkan data dan kajian lapangan yang dibutuhkan pemerintah dalam mempercepat penataan kawasan transmigrasi.

Ajakan tersebut disampaikan Ossy saat menghadiri Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (29/7). Ia mengatakan, hasil pengamatan dan pendataan langsung di lapangan dapat menjadi masukan untuk memperkuat kebijakan penataan ruang sekaligus membantu mengidentifikasi persoalan pertanahan di kawasan transmigrasi.

“Dalam penataan ruang, Tim Ekspedisi Patriot dapat berkontribusi melalui masukan berdasarkan hasil pengamatan di lapangan untuk penyempurnaan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional maupun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di daerah,” ujar Ossy.


Ossy menjelaskan, penataan ruang merupakan instrumen penting dalam pengembangan wilayah, termasuk kawasan transmigrasi. Penyelenggaraannya mencakup tiga aspek yang saling berkaitan, yakni perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian ruang.

Dalam proses perencanaan, Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) memiliki posisi penting karena menjadi dokumen yang memberikan gambaran lebih terperinci mengenai pemanfaatan ruang di suatu wilayah.

Menurut Ossy, keberadaan RDTR yang berkualitas juga berkaitan dengan kemudahan investasi. RDTR yang telah terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS) dapat mendukung percepatan proses perizinan dan penerbitan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR).

“RDTR yang telah terintegrasi dengan OSS memungkinkan proses perizinan dan penerbitan KKPR dilakukan lebih cepat sehingga mampu mendukung iklim investasi dan pembangunan di berbagai daerah,” jelasnya.

Karena itu, hasil observasi Tim Ekspedisi Patriot diharapkan tidak berhenti sebagai catatan lapangan, tetapi dapat menjadi bahan masukan dalam penyempurnaan kebijakan penataan ruang di kawasan transmigrasi.

Selain persoalan tata ruang, Ossy meminta mahasiswa turut melakukan pendataan terhadap berbagai persoalan pertanahan yang dialami masyarakat transmigran.

Persoalan tersebut antara lain menyangkut penguasaan dan kepemilikan tanah hingga legalitas aset. Pendataan secara sistematis dinilai penting agar pemerintah memiliki gambaran mengenai persoalan yang terjadi di lapangan dan dapat menentukan langkah penyelesaiannya.

“Kami memohon kepada Tim Ekspedisi Patriot untuk mendata persoalan dan berkoordinasi dengan Kantor-Kantor Pertanahan di tingkat kabupaten/kota agar dapat segera ditindaklanjuti,” kata Ossy.

Ia optimistis keterlibatan mahasiswa yang didukung dosen dan guru besar dari perguruan tinggi dapat menghasilkan kajian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat transmigran.

“Saya yakin adik-adik mahasiswa, dibantu dosen dan guru besar, akan mampu menghasilkan kajian yang relevan, aplikatif, dan berdaya guna bagi masyarakat transmigran,” ujarnya.

Ossy menilai, koordinasi antara Tim Ekspedisi Patriot dengan Kantor Pertanahan di daerah menjadi penting agar temuan terkait persoalan pertanahan dapat langsung dikomunikasikan kepada instansi yang memiliki kewenangan untuk menindaklanjutinya.

Tim Ekspedisi Patriot 2026 melibatkan ribuan mahasiswa dari 10 perguruan tinggi negeri. Mereka akan terjun ke berbagai kawasan transmigrasi untuk melakukan pengamatan, pendataan, dan kajian atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Keterlibatan mahasiswa tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendorong pengembangan kawasan transmigrasi.

Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 turut dihadiri Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi selaku Ketua Pelaksana, serta perwakilan sejumlah kementerian/lembaga.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah narasumber dari kementerian dan lembaga terkait juga memberikan pembekalan kepada peserta sebelum menjalankan tugas ekspedisi di lapangan.

Dalam agenda itu, Wamen Ossy hadir didampingi Tenaga Ahli Bidang Administrasi Negara dan Good Governance Ajie Arifuddin.***


banner
NASIONAL
img
Jumat, 31 Juli 2026
Batang-Mediaindonesianews.com: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menegaskan pentingnya legalitas tanah dalam mendukung program penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat. Kepastian hukum atas tanah
img
Jumat, 31 Juli 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyiapkan pola karier baru bagi pegawai di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat profesionalisme
img
Jumat, 31 Juli 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ossy Dermawan meminta Tim Ekspedisi Patriot 2026 ikut berperan dalam memetakan persoalan tata ruang dan pertanahan
img
Jumat, 31 Juli 2026
Bandung Barat-Mediaindonesianews.com: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor utama dalam mendorong transformasi pelayanan pertanahan.
img
Jumat, 31 Juli 2026
Bogor - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang diwakili Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun secara resmi menutup Multinational Peacekeeping Exercise (MPE) Garuda Canti Dharma
img
Jumat, 31 Juli 2026
Puncak Jaya, mediaindonesianews.com - Di balik dinginnya udara pegunungan Papua yang mencapai 2–9 derajat Celsius, saudara-saudara kita di Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi, Kabupaten Puncak Jaya, tengah menghadapi

MEDIA INDONESIA NEWS