Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Sumbawa-Mediaindonesianews.com: Pemerintah Kabupaten Sumbawa mulai mematangkan persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bagi panitia pemilihan dan pengawas. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, di Aula Madilaose ADT, Senin (13/04).
Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme panitia sebagai kunci terselenggaranya Pilkades yang jujur, adil, dan sesuai aturan. Ia mengingatkan bahwa tugas panitia tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik dan keberlangsungan demokrasi di tingkat desa.
“Panitia harus menjalankan tugas sesuai regulasi yang berlaku dan menjaga netralitas dalam setiap tahapan Pilkades,” ujarnya di hadapan peserta bimtek yang terdiri dari camat dan panitia penyelenggara.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan seluruh tahapan Pilkades berjalan tertib, transparan, dan akuntabel. Bimtek juga diharapkan dapat menyamakan pemahaman panitia terhadap aturan dan prosedur yang berlaku, guna meminimalkan potensi pelanggaran maupun sengketa.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumbawa, Rachman Ansori, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu tahapan dari rangkaian persiapan Pilkades.
Menurutnya, pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Sumbawa akan dilakukan dalam tiga gelombang. Pada gelombang pertama tahun 2026, Pilkades akan diikuti 21 desa, terdiri dari 20 desa yang melaksanakan pemilihan serentak dan satu desa melalui mekanisme Pemilihan Antar Waktu (PAW).
Selanjutnya, gelombang kedua direncanakan berlangsung pada 2028 dengan melibatkan 119 desa, sedangkan gelombang ketiga akan digelar pada 2030 sebagai bagian akhir dari siklus pemilihan kepala desa di wilayah tersebut.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah, para asisten daerah, camat, serta kepala desa se-Kabupaten Sumbawa.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap melalui penguatan kapasitas panitia sejak awal, pelaksanaan Pilkades 2026 dapat berlangsung lancar serta mampu menjaga stabilitas dan kualitas demokrasi di tingkat desa. (JroBudi)