Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Pangkalan Bun-Mediaindonesianews.com: Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), selama hampir dua bulan terakhir memicu keresahan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai telah mengganggu aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, hingga kegiatan ekonomi, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sejumlah warga mengaku mulai kehilangan kesabaran karena pemadaman listrik terus berulang tanpa adanya penjelasan yang dianggap memadai mengenai penyebab utama gangguan tersebut. Hingga Sabtu (25/7/), pemadaman bergilir masih berlangsung di sejumlah wilayah, termasuk Kota Pangkalan Bun.
Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, pemadaman listrik juga disebut telah menimbulkan kerugian ekonomi. Pelaku UMKM dan pengusaha yang bergantung pada pasokan listrik mengeluhkan terganggunya operasional usaha, kerusakan bahan baku, hingga penurunan pendapatan akibat listrik yang padam dalam waktu cukup lama.
Selama ini, masyarakat mengaku hanya menerima pemberitahuan berupa surat atau selebaran dari PLN yang berisi permohonan maaf serta jadwal pemadaman bergilir. Namun, warga menilai informasi tersebut belum menjawab penyebab pasti gangguan yang mengakibatkan pemadaman berkepanjangan.
"Selama hampir dua bulan kami hanya diminta bersabar. Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya permohonan maaf, tetapi juga penjelasan yang transparan mengenai penyebab gangguan dan kapan kondisi ini benar-benar dapat dipulihkan," ujar salah seorang warga Pangkalan Bun.
Warga juga menyoroti durasi pemadaman yang dinilai cukup lama. Jika sebelumnya pemadaman berlangsung satu hingga dua jam, dalam beberapa kesempatan listrik dilaporkan padam hingga lima sampai enam jam, sehingga semakin berdampak terhadap aktivitas masyarakat.
Atas kondisi tersebut, masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat meminta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya jajaran yang membawahi PT PLN (Persero), untuk melakukan evaluasi dan mengusut penyebab pemadaman listrik yang terus berulang.
Masyarakat berharap pemerintah dan PLN segera mengambil langkah konkret agar pasokan listrik kembali normal, sekaligus memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab gangguan yang terjadi sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pemadaman listrik bergilir di Kota Pangkalan Bun dan sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Barat masih terus berlangsung. (Ronny)