Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Menjelang peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialisme (PERISAI) menggelar konferensi pers di Sekretariat DPC GMNI Jakarta Selatan, Senin (19/5). Dalam kegiatan tersebut, aliansi menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah serta menyerukan penolakan terhadap kesepakatan Alliance for Rebuilding Trade (ART).
Konferensi pers mengangkat tema “Mari Bung Rebut Kembali Kedaulatan, Lawan Rezim Fasis Prabowo-Gibran”. Sejumlah organisasi dan elemen masyarakat turut hadir dalam agenda tersebut.
Juru Bicara PERISAI, Dendy Se, menyatakan pihaknya menilai kondisi ekonomi dan politik nasional saat ini dinilai semakin menjauh dari cita-cita kedaulatan bangsa.
“Kami melihat ada kebijakan yang dianggap mengorbankan kepentingan rakyat dan membuka ruang dominasi asing terhadap sumber daya nasional,” ujar Dendy dalam konferensi pers.
Dalam pernyataan sikapnya, PERISAI menyampaikan delapan tuntutan kepada pemerintah dan DPR RI. Salah satunya adalah penolakan terhadap kesepakatan ART yang disebut berpotensi merugikan kedaulatan nasional.
Selain itu, aliansi juga menolak skema Balance of Payments (BOP) yang menurut mereka berkaitan dengan kepentingan geopolitik global dan berdampak pada konflik internasional, termasuk isu Palestina.
PERISAI juga mendesak DPR RI menggunakan hak interpelasi untuk meminta penjelasan pemerintah terkait kesepakatan perdagangan internasional yang dinilai merugikan negara.
Di bidang dalam negeri, aliansi menyoroti kebijakan ekonomi pemerintah yang dianggap memicu tekanan ekonomi masyarakat dan melemahnya nilai tukar rupiah. Mereka turut menolak keterlibatan aparat militer dalam sektor sipil, pendidikan, hingga bisnis.
Selain isu ekonomi dan politik, PERISAI menyinggung pentingnya perlindungan ruang demokrasi. Mereka meminta pemerintah menghentikan tindakan represif terhadap kegiatan diskusi publik maupun aktivitas masyarakat sipil lainnya.
Konferensi pers tersebut juga dihadiri Rikman Sekjend PP Front Mahasiswa Nasional (FMN), Romo Fery Kurniawan (Akademisi Sekolah Tinggi Filsafat Diryakara)
Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional, PERISAI mengajak berbagai elemen masyarakat, mulai dari buruh, petani, mahasiswa hingga masyarakat perkotaan, untuk memperkuat solidaritas dalam memperjuangkan kedaulatan ekonomi, politik, dan hukum nasional.***