bendera

Minggu, 18 Oktober 2026    05:54 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

FOKUS
 


GMNI: Anak Muda Jangan Buta Sejarah Pilih Pemimpin Masa Depan


rfd-ips,    07 Agustus 2023,    09:49 WIB

GMNI: Anak Muda Jangan Buta Sejarah Pilih Pemimpin Masa Depan
GMNI: Anak Muda Jangan Buta Sejarah Pilih Pemimpin Masa Depan

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Nasional untuk Pemilu 2024 sebesar 204.807.222 jiwa. Dari jumlah tersebut, 52 persen diantaranya merupakan pemilih muda. Melihat piramida pemilih saat ini, pemuda menjadi kunci penentu suara pemenang pemilu 2024. Maka tak heran apabila anak muda kini menjadi target utama partai dan kandidat capres-cawapres dalam meraup suara.


Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino menyampaikan perlunya pemahaman sejarah bagi anak muda untuk memilih pemimpin masa depan bangsa Indonesia. Sejarah tersebut terkait dengan rekam jejak seseorang, terutama untuk memastikan bahwa pemimpin yang dipilih oleh kawula muda tidak punya kaitan dengan peristiwa masa lalu. Tidak punya beban masa lalu.

“Presiden Jokowi sudah sampaikan kita mesti hati-hati dan teliti pilih pemimpin. Begitu juga untuk anak muda jangan buta sejarah. Agar pemimpin yang kita pilih tidak punya beban masa lalu”, papar Arjuna

Menurut Arjuna, Indonesia perlu belajar dari tragedi terpilihnya Bongbong Marcos, putra mantan diktator-koruptor Filipina, Ferdinand Marcos yang membawa Filipina dalam kehancuran dimana jutaan orang hidup dalam kemiskinan parah, berbagai pelanggaran hak asasi manusia berlangsung, dan korupsi merajalela di tengah tumpukan utang negara.


Namun Bongbong terpilih akibat keberhasilannya memanipulasi kesadaran publik melalui berbagai platform media sosial. Dengan bantuan konten kreator dan para influencer ternama, Bongbong berhasil menciptakan gimmick dan membelokan sejarah Filipina sehingga menguntungkan dirinya.

“Bongbong bertransformasi melalui platform media sosial. Dengan bantuan konten kreator dan influencer Bongbong berhasil membentuk citra dirinya seakan humanis dan rendah hati. Sehingga publik lupa dia adalah putra diktator yang kejam, korup dan despotik dalam sejarah politik Filipina”, ungkap Arjuna

Menurut Arjuna, pemahaman sejarah bagi generasi Z dan milenial sangatlah penting mengingat apa yang dilakukan seseorang di masa depan tak lepas dari sejarah yang membentuk watak orang tersebut. Apalagi jika seseorang tersebut punya catatan buruk di masa lalu, maka janji manis masa depan yang dilontarkan patut dipertanyakan integritasnya.

“Jika kita tegak lurus dengan Presiden Jokowi maka kita harus berhati-hati. Jangan karena emosional, kita melupakan sejarah, menutup mata terhadap rekam jejak seseorang. Pemuda harus punya nalar kritis, tidak semata-mata digerakan oleh kepentingan praktis jangka pendek”, tambah Arjuna

Apalagi menurut Arjuna, Indonesia pasca pemerintahan Presiden Jokowi punya kepentingan untuk memanfaatkan peluang bonus demografi di tahun 2045. Maka praktik buruk di masa lalu seperti korupsi, pelanggaran hak asasi hingga penguasaan ekonomi oleh segelintir kroni penguasa tak boleh terjadi lagi. Indonesia tidak boleh mundur ke belakang, Presiden Jokowi sudah berbuat banyak hal yang mengantarkan kita ke pintu gerbang kemajuan bangsa.

“Jangan kita ditarik lagi ke zaman orde baru, dimana korupsi oleh para kroni merajalela, utang menumpuk dan kita didikte oleh kekuatan asing. Presiden Jokowi sudah membawa Indonesia jauh ke depan. Jangan sampai kita mundur hanya karena kita anak muda tak mau dan tidak mau tahu tentang sejarah”, tutup Arjuna***


banner
NASIONAL
img
Minggu, 18 Oktober 2026
Maybrat - Setelah hampir tujuh bulan berada dalam penguasaan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya pimpinan Manfred Fatem, dua senjata organik Yonif 9 Marinir jenis Caracal dan K3 Daewoo akhirnya...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 5/ABW Kodam V/Brawijaya bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) melaksanakan latihan penanganan bahan peledak (Explosive Ordnance Disposal/EOD) dalam rangka Latihan Gabungan...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Artileri Medan (Armed) TNI bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar Armed Subject Matter Expert Exchange (SMEE) dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - TNI bersama Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar latihan Non-combatant Evacuation Operation (NEO) dengan metode Tabletop Exercise (TTX). Latihan dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) bertempat di Ruang Hening Gedung Soedirman...
img
Jumat, 16 Oktober 2026
Maybrat – Tim gabungan Koops TNI Habema berhasil menemukan dan mengamankan kembali satu pucuk senjata api laras panjang jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm di wilayah Kabupaten...

MEDIA INDONESIA NEWS