bendera

Rabu, 08 Juli 2026    04:48 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

FOKUS
 


Diduga Akibat Alat Bor Canggih, Ilegal Driling di Muba Memakan Korban


Hadi,    25 Mei 2024,    19:39 WIB

Diduga Akibat Alat Bor Canggih, Ilegal Driling di Muba Memakan Korban
Korban Ilegal Driling

Muba-Mediaindonesianews.com: Usaha pelaku Ilegal Driling di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) untuk mengeruk kekayaan alam tak main-main, terbukti dengan didatangkannya alat pengeboran canggih yang tingkat keberhasilannya nyaris tak pernah gagal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Jum'at (24/5) diduga pengeboran menggunakan alat canggih tersebut bisa mencapai kedalaman 1000 meter lebih dan berada di wilayah PT. Hindoli, Kecamatan Keluang.

"Alat bor yang canggih itu, sengaja didatangkan oleh pihak yang memiliki modal besar dan teroganisir. Karena alat secangih ini membutuhkan biaya yang besar." Kata salah satu sumber yang enggan disebut namanya.

Sumber tersebut menceritakan bahwa, awalnya pengeboran berjalan mulus, namun beberapa saat kemudian dari titik pengeboran keluar gas beracun yang mengakibatkan beberapa pekerja pingsan, bahkan sampai meninggal dunia.

"Tidak tahu, pasti dilarikan ke rumah sakit apa ke tempat lain. Yang jelas, saat sejumlah pekerja itu pingsan, langsung dibawa oleh rekan rekan yang lain ke tempat yang aman" ujarnya

Sumber tersebut juga mengungkapkan bahwa, dirinya mengetahui dari para ahli jika alat itu disebut juga sebagai rig setan yang dalam setiap operasinya boleh dibilang tidak akan gagal, karena sistimnya bisa horizontal atau mengunakan kemiringan tidak seperti bor manual biasa dengan memiliki daya jelajah kedalaman sekitar 1000 meter lebih.

"Alat pengeboran semacam ini jarang tidak berhasil rata rata berhasil mengeluarkan minyak bahkan, sistim pengeborannya sudah canggih bisa deteksi lokasi dan memantau kedalaman minyak di dalam perut bumi," jelasnya.

Saat disinggung apakah ada pihak kepolisian setempat yang mendatangi lokasi saat insiden tersebut terjadi.

"tidak ada aparat yang datang, kami menduga mereka (kepolisian) sudah tahu kejadian tersebut, namun membiarkannya dan kami juga yakin aparat kepolisian pasti tahu adanya aktivitas pengeboran minyak ilegal menggunakan alat super canggih diwilayahnya." ujarnya.

Ia berharap Polda Sumsel segera turun ke lokasi, untuk melakukan pemeriksaan.

"Sebab, jika ini dibiarkan terus menerus akan menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat sekitar," pungkasnya. (Hadi)


Diduga Akibat Alat Bor Canggih, Ilegal Driling di Muba Memakan Korban



banner
NASIONAL
img
Selasa, 07 Juli 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama Komisi II DPR RI mulai mematangkan substansi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Administrasi Pertanahan melalui Focus Group Discussion (FGD)
img
Selasa, 07 Juli 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengimbau masyarakat untuk memahami besaran biaya resmi sebelum mengurus berbagai layanan pertanahan. Langkah tersebut dinilai penting guna menciptakan pelayanan
img
Senin, 06 Juli 2026
Timika - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada 23 orang prajurit TNI sebagai bentuk penghargaan negara atas dedikasi, loyalitas, keberanian dan pengabdian terbaik
img
Senin, 06 Juli 2026
Jakarta - Bertempat di Honbu Dojo INKAI Jatinegara, Jakarta, pada Minggu (5/7/2026), dilaksanakan acara pelepasan Tim Karate INKAI Indonesia yang akan berlaga pada Kejuaraan SEAKF (South East Asian Karate Federation)
img
Minggu, 05 Juli 2026
Demak, mediaindonesianews.com - Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. bersama Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa
img
Minggu, 05 Juli 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) DKI Jakarta mendesak agar oknum prajurit TNI aktif yang diduga terlibat dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program

MEDIA INDONESIA NEWS