bendera

Jumat, 23 April 2021    11:30 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

FOKUS
 


Klien-klien Yang Datang Kepadanya Semua Titipan Dari Tuhan


Tim Red,    06 April 2021,    02:32 WIB

Klien-klien Yang Datang Kepadanya Semua Titipan Dari Tuhan
Stefanus Gunawan SH.M.Hum

Jakarta-mediaindonesianews.com: Sejak duduk dibangku sekolah SMP cita-citanya mau jadi pengacara. Tidak ada cita cita selain pengacara. Dan setelah menjadi lowyer  dirinya pun sempat prustasi pada waktu reformasi. Ini memang  sangat beralasan, kenapa,  ternyata dunia hukum  khususnya dunia pengacara  bukan seperti yang dirinya selalu tonton di film-film, juga  cerita di buku-buku. 


"Jadi seperti gunung, seperti hutan yang jauh sejuk sekali  indah dan damai, begitu saya masuk ke dalam hutan, saya masuk dunia yang mengerikan hutan  belantara  banyak predator. Itulah dunia pengacara, jadi untuk menjadi pengacara harus yang mental yang baik, kuat, moralitas yang baik,  kerja professional itu pengacara-pengacara yang tangguh  yang  bisa terus bertahan, tapi saya dulu tidak menyerah, nggak mungkin saya nggak bisa menjadi pengacara sampai saat ini.  Saya terus berjuang, semangat untuk mengatasi rintangan-rintangan itu. Amin Puji Tuhan, sampai hari ini saya masih menjadi pengacara dan dipercaya oleh klein-klien saya menangani kasus besar serta kasus yang menarik, semua saya jalankan," cerita Stefanus Gunawan, SH., M.Hum Pengamat Hukum kepada mediaindonesianews.com.

Lebih lanjut dikatakan Stefanus bahwa, sejak tahun 1994 dirinya sudah menjadi pengacara dan tentu saja sudah berbagai macam kasus yang dirinya tangani, mulai dari rakyat jelata, dari akar rumput sampai pengusaha-pengusaha konglomerat. 

"Sudah berapa kali saya bantu," katanya.  


Saat ditanya apa saja kendala yang dihadapi sebagai pengacara, dalam menangani perkara, lulusan Magister Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta menerangkan bahwa, sejauh ini dirinya selalu bersyukur kepada Tuhan, walaupun selalu ada kendala dan rintangan tapi selalu diberikan jalan keluar untuk mengatasi kendala itu. 

"Kuncinya apa, saya percaya bahwa  klien-klien yang datang kepada saya itu  titipan dari Tuhan, itu saya imani, yakini semua titipan dari Tuhan yang harus saya tangani secara profesional dan bijak serta bertanggungjawab. Bukan hanya kepada klien tapi kepada Tuhan," tegas Ketua LBH Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) ini.

Stefanus Gunawan berharap kedepan, penegakan hukum ini  tidak ada lagi main-main,  dalam arti, pat-gulipat dalam menangani kasus, mengkondisikan perkara dan sebagainya.  Biarkanlah penerapan hukum itu secara murni  jalan apa adanya menurut UU.  Tidak perlu ada lagi interfensi-interfensi dari mana pun juga, katakan itu "benar dan salah kalau salah", serahkan semuanya kepada lembaga  masing-masing. Penyidik mempunyai kewenangan  masing-masing, Jaksa Penuntut Umum dan Pengadilan pun juga demikian, tidak usah saling interfensi.

"Kalau itu sudah terjadi dan penegakan hukum itu "dikondisikan" saya rasa makin baik kedepannya. memang kalau kita lihat saat ini belum sepenuhnya itu dijalankan, kadang-kadang masih  melihat ini perkara siapa  lihat-lihat orangnya.  Saya sangat berharap ini tidak akan terjadi lagi," pintanya. 

Stefanus mengakui bahwa dirinya pengacara komersial, akan tetapi ia juga mempertimbangkan menerima perkara bukan semata-mata dibayar.

“Yang harus dilihat disini pertama, apakah orang ini mempunyai dasar hukum untuk di bela. Kedua, apakah layak orang ini untuk dibela dan dirinya akan katakan sebenarnya sesuai UU serta yang penting jangan menjanjikan kemenangan, bekerja secara profesional, bertanggungjawab dan sesuai dengan hati nurani." kata penerima penghargaan The Leader Achieves In Develompment Award dari Anugerah Indonesia dan Asean  Develompment Citra Award’s dari Yayasan Gema Karya.

Stefanus menjelaskan bahwa, sulit untuk mengukur apakah kasus dapat diselesaikan tapi yang terpenting kasus-kasus yang ditangani mungkin 20% naik ke pengadilan dan akan diusahakan untuk didamaikan, karena bagaimana pun juga berperkara itu pahit, prosesnya panjang  dan system hukumnya seperti itu.

"Jadi kalau bisa kita damaikan, khususnya perkara sengketa keperdataan, karena saya lebih condong untuk mendamaikan mereka yang berselisih, daripada berpekara juga nanti berdarah-darah, membuang waktu dan biaya yang cukup panjang dan selama ini, lebih banyak yang saya damaikan dari pada yang bersengketa. Pernah menemukan jalan buntu dalam berdamai bahkan sengketa naik ke legitasi  berpekara di pengadilan, namun pada akhirnya juga mereka lelah dan akhirnya berdamai, walaupun berdamai di tingkat pengadilan” ujarnya Ketua LBH Serikat Pemersatu Seniman Indonesia (SPSI)

Menurut penerima Penghargaan, International Human Right Golden Award, 2004 ini,  dari pandangannya, selama ini kasus semakin rumit, namun semakin rumitnya kasus baginya sebuah tantangan dan memacu semangat mengerjakan serta menyelesaikan kasus ini baik dan benar.  

"Jadi intinya banyak kasus-kasus yang saya hadapi kendala-kendalanya tapi Amin   saya bisa menyelesaikannya dengan baik dan benar," ucapnya bangga.  

Bagi Stefanus Gunawan, walaupun dimasa pandemi Covid 19 dirasakan bersama dirinya tetap menjalankan aktifitas sebagai pengacara. Karena pekerjaan yang Stefanus jalankan  adalah hoby jadi dimasa pandemi ini pun tiap hari bekerja, dan dijalankan  sesuai protokol kesehatan dalam menjalankannya. 

"Tetap saya heppy dan enjoy saya jalankan.  Jadi bagi saya masa pandemi ini  tetap bekerja  menjalankan fungsi saya sebagai advokat  saya beracara,  saya memberikan bantuan hukum baik di dalam maupun diluar pengadilan," tutur Stefanus yang sudah 15 tahun lebih menangani kasus perbankan dan tindak pidana korupsi .

Generasi Muda Pengacara

Stefanus Gunawan berpandangan bahwa, bagi generasi muda yang ingin jadi pengacara jangan melihat bahwa figur seorang pengacara dari film dan cerita, memang menarik kalau  profesi pengacara itu di filmkan atau ditulis dalam satu buku, bergelimpahan uang dan seperti pahlawan membela orang.

"Jadi bagi adik-adik saya untuk menjadi pengacara dan bisa eksis bertahan, bekerjalah secara hati nurani, profesional,  bukan hanya ilmu hukum yang dikuasai  tapi juga harus bisa bersosialisasi dan  kuncinya punya hati nurani dan profesional dalam bekerja. saya pastikan itu akan jadi pengacara sukses," pungkasnya. (Tim Red)


banner
NASIONAL
img
Jumat, 23 April 2021
Jakarta-mediaindonesianews.com:Dalam momen peringatan hari Kartini 21 April 2021, Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) ikut berpartisipasi dalam kegiatan Kowani. Kegiatan peringatan hari Kartini di Perpusnas RI, meliputi MoU dan
img
Jumat, 23 April 2021
Lembang-mediaindonesianews.com: Setelah melaksanakan Kuliah Kerja Manajemen (KKM) Pasis Seskoau Angkatan Ke-58 dan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Sesau Angkatan Ke-15 akhir Maret 2021 dengan mengunjungi beberapa instansi
img
Kamis, 22 April 2021
Bali-mediaindonesianews.com: Ditengah Pandemi Covid-19 yang masih melanda hingga saat ini, tentunya Bali juga terkena dampak dari pandemi tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan keseriusan dari setiap pihak terkait untuk
img
Rabu, 21 April 2021
Jakarta-mediaindonesianews.com: Disamping peran sebagai prajurit profesional, para Wanita TNI juga memiliki peran ganda sebagai ibu rumah tangga. Sebuah peran yang tidak kalah penting, karena merupakan peran untuk menyiapkan generasi
img
Rabu, 21 April 2021
Kota Bekasi-mediaindonesianews.com:Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Sosial Kota Bekasi melaporkan program Bantuan Sosial Tunai (BST) sudah masuk pada tahap 2 kali yakni pada Bulan Januari dan Februari
img
Rabu, 21 April 2021
Jakarta-mediaindonesianews.com:Kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro dan program vaksinasi massal telah bisa menurunkan laju penularan kasus konfirmasi Covid-19 dan tingkat keterisian rumah sakit di Indonesia. Namun

MEDIA INDONESIA NEWS