bendera

Minggu, 18 Oktober 2026    05:55 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

HEADLINE
 


GARAB Desak Presiden Tetapkan Banjir Aceh–Sumatera sebagai Bencana Nasional


Msl,    16 Desember 2025,    18:26 WIB

GARAB Desak Presiden Tetapkan Banjir Aceh–Sumatera sebagai Bencana Nasional
Istimewa

Aceh Timur-Mediaindonesianews.com: Ribuan warga Aceh Timur yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Aceh Bersatu (GARAB) menggelar aksi turun ke jalan untuk mendesak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar menetapkan bencana banjir besar yang melanda Aceh dan Sumatera sebagai bencana nasional.


GARAB Desak Presiden Tetapkan Banjir Aceh–Sumatera sebagai Bencana Nasional

Pantauan di lapangan, meski diguyur hujan gerimis, massa aksi memadati ruas jalan di wilayah Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (16/12). Aksi yang dimulai sejak pukul 11.30 WIB tersebut menyebabkan kemacetan panjang hingga lebih dari dua jam.

Dalam aksi itu, ribuan warga dari sejumlah desa membawa bendera putih serta puluhan bendera Bulan Bintang. Mereka juga menyampaikan petisi dan tuntutan resmi terkait dampak banjir besar yang melanda Aceh dan Sumatera Utara pada akhir November 2025 lalu.

Juru bicara GARAB, Masri, dalam orasinya menegaskan bahwa bencana tersebut telah menimbulkan dampak kemanusiaan dan kerusakan infrastruktur dalam skala sangat luas. Ia menyebut ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat rumah terendam dan rusak berat, sementara fasilitas umum seperti jalan dan jembatan mengalami kerusakan parah bahkan terputus.


“Seribuan warga meninggal dunia dan banyak lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, risiko penyakit pascabanjir semakin meningkat,” ujar Masri di hadapan massa.

Menurutnya, puluhan ribu warga hingga kini masih mengungsi tanpa kepastian. Infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, sekolah, dan fasilitas kesehatan dilaporkan lumpuh total, sehingga aktivitas perekonomian masyarakat terhenti dan menimbulkan kerugian besar.

“Kondisi ini bukan lagi bencana lokal. Dampaknya sudah lintas provinsi dan membutuhkan penanganan cepat, terkoordinasi, serta menyeluruh dari pemerintah pusat,” tegasnya.

Masri juga menyampaikan ultimatum kepada pemerintah. Ia menyatakan, apabila tuntutan penetapan bencana nasional tidak dipenuhi hingga 30 Desember mendatang, GARAB bersama masyarakat akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar. (msl)


banner
NASIONAL
img
Minggu, 18 Oktober 2026
Maybrat - Setelah hampir tujuh bulan berada dalam penguasaan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya pimpinan Manfred Fatem, dua senjata organik Yonif 9 Marinir jenis Caracal dan K3 Daewoo akhirnya...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 5/ABW Kodam V/Brawijaya bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) melaksanakan latihan penanganan bahan peledak (Explosive Ordnance Disposal/EOD) dalam rangka Latihan Gabungan...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Artileri Medan (Armed) TNI bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar Armed Subject Matter Expert Exchange (SMEE) dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - TNI bersama Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar latihan Non-combatant Evacuation Operation (NEO) dengan metode Tabletop Exercise (TTX). Latihan dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) bertempat di Ruang Hening Gedung Soedirman...
img
Jumat, 16 Oktober 2026
Maybrat – Tim gabungan Koops TNI Habema berhasil menemukan dan mengamankan kembali satu pucuk senjata api laras panjang jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm di wilayah Kabupaten...

MEDIA INDONESIA NEWS