Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Sumbawa-Mediaindonesianews.com: Aktivitas vulkanik Gunung Tamboramengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Menyusul kondisi tersebut, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineralmenetapkan status gunung tersebut menjadi Level II (Waspada).
Peningkatan status ini didasarkan pada hasil pemantauan aktivitas kegempaan yang menunjukkan lonjakan signifikan sejak Januari hingga awal Maret 2026. Data pengamatan mencatat ratusan gempa vulkanik terjadi pada Januari dan terus meningkat sepanjang Februari hingga awal Maret.
Kondisi tersebut dinilai sebagai indikasi meningkatnya aktivitas di bawah permukaan gunung yang berpotensi memicu aktivitas vulkanik lebih besar.
Sebagai langkah antisipasi, Badan Geologi mengimbau masyarakat, pendaki, dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat kawahGunung Tambora. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak mendekati dasar kaldera guna menghindari potensi bahaya jika terjadi erupsi atau aktivitas vulkanik lainnya.
Gunung Tambora yang berada di Pulau Sumbawa merupakan salah satu gunung berapi yang memiliki catatan sejarah penting di dunia. Letusannya pada Letusan Gunung Tambora 1815tercatat sebagai salah satu erupsi paling dahsyat dalam sejarah modern yang berdampak pada perubahan iklim global.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait, termasuk dari Badan Geologi serta Badan Penanggulangan Bencana Daerahsetempat.
Pemantauan terhadap aktivitas Gunung Tambora akan terus dilakukan secara intensif guna memastikan langkah mitigasi dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik di kemudian hari. (JroBudi)