bendera

Senin, 20 April 2026    08:05 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

HEADLINE
 


Ingin Beri Efek Jera Kepada Pelaku Mafia Tanah, Menteri ATR/Kepala BPN Sebut Kriteria Kasus Yang Harus Diungkap


dee maz,    14 Februari 2020,    11:08 WIB

Ingin Beri Efek Jera Kepada Pelaku Mafia Tanah, Menteri ATR/Kepala BPN Sebut Kriteria Kasus Yang Harus Diungkap

Jakarta - MINews : Keberadaan mafia tanah di Indonesia yang selama ini membuat resah banyak pihak perlu diberikan efek jera. Untuk itu, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia bekerja sama membentuk satuan tugas (satgas) mafia tanah untuk mengupas tuntas sengketa dan konflik di bidang pertanahan.


“Mafia tanah ini tidak banyak, tapi temannya banyak. Oleh sebab itu, kalau kita kerja bersama mungkin mafia tanah akan berpikir berulang kali untuk melakukan kejahatan,” ujar Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil saat pengarahan kegiatan Pra Operasi Kegiatan Pencegahan dan Peberantasan Mafia Tanah yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Penanganan Masalah Agraria, Pemanfaatan Ruang dan Tanah di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/02/2020).

Sofyan A. Djalil mengatakan di tahun 2020, sedikitnya ada 61 kasus mafia tanah di seluruh Indonesia yang harus diungkap ke publik. “Kita ingin bikin jera mafia tanah. Oleh sebab itu, kita perlu bekerja sama untuk selesaikan tantangan kita untuk berantas para mafia tanah,” kata Menteri ATR/Kepala BPN.

Lebih lanjut, Menteri ATR/Kepala BPN memberikan kriteria kasus yang harus diungkap untuk diberikan efek jera kepada para mafia tanah yaitu salah satunya kasus yang ditangani bisa menjadi bahan pembelajaran.


"Dari kasus yang baru saja kita ungkap, ternyata kita belajar bahwa sistem dukcapil masih ada celah yang perlu diperbaiki dan jangan sembarang percaya kepada oknum oknum yang mengaku PPAT,  gunakan PPAT terpercaya untuk menghindari yang fiktif," ucapnya.

Sofyan A. Djalil menambahkan kasus yang perlu diungkap harus menjadi perhatian publik. “Dengan menjadi perhatian publik, kemudian masyarakat bisa lebih berhati-hati dalam melakukan jual beli tanah. Di samping itu, dengan diungkapnya identitas pelaku seharusnya mafia tersebut merasa kapok,” tambahnya.

Menteri ATR/Kepala BPN juga mengimbau kepada seluruh jajaran di Kantor Wilayah BPN Provinsi hingga Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota untuk jalin silaturahmi kepada para penegak hukum di wilayah masing-masing.

“Jalin silaturahmi yang baik dengan penegak hukum seperti Kepolisian dan Kejaksaan, karena kita adalah tim dalam rangka menjadikan negara lebih baik lagi di masa akan datang,” imbaunya.

“Yang terpenting, mari sama-sama kita bekerja. Bekerja bersama untuk menyelesaikan tantangan yang sedang kita hadapi untuk kejayaan di negeri kita di masa yang akan datang,” tegas Menteri ATR/Kepala BPN.


banner
NASIONAL
img
Senin, 20 April 2026
Sabang – Mediaindonesianews.com: Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo), Jose Rizal, menyebut kawasan Sabang memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi hub industri berskala global, bahkan dinilai
img
Minggu, 19 April 2026
Magelang - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam kegiatan pengarahan kepada para Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seluruh Indonesia pada Kursus Pemantapan Pimpinan
img
Jumat, 17 April 2026
Pontianak-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperkuat pengawasan terhadap pemegang hak atas tanah, khususnya perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB),
img
Jumat, 17 April 2026
Jakarta –  Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (Ketum PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H.,M.M menutup Rapat Kerja Nasional Taekwondo Indonesia Tahun 2026 di Arhotel Gelora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis
img
Kamis, 16 April 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dalu Agung Darmawan, membuka Forum Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) 2026 dengan menekankan pentingnya penyamaan persepsi antarinstansi

MEDIA INDONESIA NEWS