bendera

Minggu, 18 Oktober 2026    13:05 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

HEADLINE
 


Oknum BPNT Untung Rp 9 Miliyar/Bulan Selewengkan Beras Bansos


Redaksi,    15 Mei 2020,    17:49 WIB

Oknum BPNT Untung Rp 9 Miliyar/Bulan Selewengkan Beras Bansos

MINNEWS - Jakarta  - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) pagi ini memberikan hasil penemuannya dari kasus-kasus penyimpangan dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Ia menyebutkan ada oknum-oknum dalam penyaluran beras Bulog di BPNT ini bisa meraup untung triliunan.


 

Buwas mengatakan, pemerintah setiap tahunnya menggulirkan dana Rp 17-20 triliun untuk BPNT. Dari anggaran tersebut, para oknum yang mengganti beras Bulog dengan beras kualitas medium bisa meraup untung Rp 9 miliar per bulan.

 


"Padahal Pak Presiden sangat serius, sampai pemerintah menggulirkan Rp 17-20 triliun untuk BPNT. Jadi kalau setiap bulan hitungan rata-rata dari penyalur tiap bulan keuntungannya Rp 9 miliar lebih. Ini kalau kita berangkat dari penyalur, uang negara dibagi-bagi padahal untuk orang yang kurang mampu," beber Buwas dalam konferensi pers temuan BPNT, di Gedung Bulog, Jakarta, Senin (23/09/2019).

 

Ia mengatakan, bukti beras Bulog dari premium diganti menjadi medium ini sudah diambil sampelnya dari lapangan.

 

"Ini satu bentuk wujud nyata beras-beras yang disetor ke BPNT yang di seluruh Indonesia sudah kita ambil sampel. Bahwa beras ini bukan premium, medium, tapi dijual dengan harga premium," terang Buwas.

 

Buwas menuturkan, aksi oknum ini membuat penyaluran BPNT ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak tepat sasaran. Maksudnya produk yang diterima KPM tak sesuai dengan yang seharusnya.

 

"Jadi penerima BPNT ini dijadikan proyek oleh oknum-oknum ini," katanya.

 

"Di sini kita bisa memastikan bahwa manfaat BPNT yang harusnya tepat sasaran kepada KPM itu tidak terlaksana karena daftarnya tidak jelas, transaksi tidak bisa dimonitor, dari Dinas Sosial langsung ke Kemensos karena kepala daerah dilewati," imbuhnya.

 

Perlu diketahui, para oknum ini menjalankan aksinya dengan membeli karung-karung beras Bulog dan mengisinya dengan beras yang bukan dari Bulog, serta dengan kualitas lebih rendah. Sehingga, masyarakat menilai beras yang dibungkus dalam karung Bulog itu adalah beras tak layak konsumsi dari Bulog.

 

"Karung Bulog ini dijual Rp 1.000/pcs. Ini bukti harga jual beras supplier," tukasnya.(jn)


banner
NASIONAL
img
Minggu, 18 Oktober 2026
Maybrat - Setelah hampir tujuh bulan berada dalam penguasaan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya pimpinan Manfred Fatem, dua senjata organik Yonif 9 Marinir jenis Caracal dan K3 Daewoo akhirnya...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 5/ABW Kodam V/Brawijaya bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) melaksanakan latihan penanganan bahan peledak (Explosive Ordnance Disposal/EOD) dalam rangka Latihan Gabungan...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Artileri Medan (Armed) TNI bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar Armed Subject Matter Expert Exchange (SMEE) dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - TNI bersama Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar latihan Non-combatant Evacuation Operation (NEO) dengan metode Tabletop Exercise (TTX). Latihan dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) bertempat di Ruang Hening Gedung Soedirman...
img
Jumat, 16 Oktober 2026
Maybrat – Tim gabungan Koops TNI Habema berhasil menemukan dan mengamankan kembali satu pucuk senjata api laras panjang jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm di wilayah Kabupaten...

MEDIA INDONESIA NEWS