bendera

Senin, 15 Juni 2026    02:08 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

HUKUM DAN KRIMINAL
 


Praktik Tajen Diduga Jadi Judi Terorganisir di Bali, Aparat Disebut Tutup Mata


Tim Red,    14 Juni 2026,    21:20 WIB

Praktik Tajen Diduga Jadi Judi Terorganisir di Bali, Aparat Disebut Tutup Mata
Istimewa

Bali-Mediaindonesianews.com: Praktik tajen atau sabung ayam yang selama ini kerap dibungkus dengan dalih tradisi dan budaya Bali kembali menuai sorotan tajam. Aktivitas yang seharusnya hanya menjadi bagian ritual Tabuh Rah dalam upacara adat Hindu Bali diduga telah berubah menjadi arena perjudian terorganisir dengan perputaran uang fantastis hingga miliaran rupiah setiap hari.


Praktik Tajen Diduga Jadi Judi Terorganisir di Bali, Aparat Disebut Tutup Mata

Ironisnya, aktivitas yang disebut berlangsung terbuka hampir di seluruh wilayah Bali itu terkesan berjalan tanpa hambatan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: apakah aparat penegak hukum benar-benar tidak mengetahui, atau justru terjadi pembiaran sistematis?

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Sabtu (13/6), arena tajen yang diduga menjadi lokasi perjudian tersebar di hampir seluruh kabupaten/kota di Bali.

Di Kota Denpasar, aktivitas disebut berlangsung di Jalan Mertajaya, Jalan Subak Dalem Gatot Subroto, Jalan Subali Padang Sambian, Kesiman, Banjar Teges hingga Jalan Gunung Tangkuban Perahu.


Sementara di Kabupaten Badung disebut aktif di kawasan Canggu, Mengwi, Abiansemal dan Buduk. Di Gianyar terdapat di Mas Ubud, Beng, Lodtunduh dan Pejeng. Sedangkan di Bangli berada di Pengotan, Bangli Kota, Tembuku, Susut hingga Desa Sekaan. Aktivitas serupa juga disebut berlangsung di Klungkung, Karangasem, Tabanan hingga Buleleng.

Salah seorang sumber menyebut arena tajen di Jalan Mertajaya sebagai salah satu yang terbesar dan paling ramai di Bali.

“Setiap hari ramai dari pagi sampai sore. Yang datang ribuan orang. Perputaran uangnya luar biasa, bisa ratusan juta sampai miliaran rupiah dalam sehari,” ungkap sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Menurutnya, pengelolaan arena tajen dilakukan secara profesional layaknya bisnis besar. Mulai dari pengaturan jadwal pertandingan, sistem administrasi, keamanan internal hingga dugaan koordinasi dengan pihak tertentu agar aktivitas tersebut tetap berjalan aman.

“Kalau tidak ada yang membekingi, tidak mungkin bisa berjalan terang-terangan seperti ini,” ujarnya.

Pernyataan itu memperkuat dugaan bahwa praktik tajen bukan lagi sekadar perjudian konvensional, melainkan telah berkembang menjadi aktivitas terorganisir yang diduga melibatkan jaringan kuat dan sulit disentuh hukum.

Padahal, praktik perjudian secara tegas dilarang dalam ketentuan hukum di Indonesia. Namun fakta di lapangan menunjukkan arena tajen tetap beroperasi nyaris tanpa penindakan berarti.

Kondisi tersebut memicu kritik keras dari berbagai pihak, termasuk praktisi hukum I Made Somya. Ia menilai praktik tajen di luar konteks ritual adat merupakan bentuk penyimpangan hukum yang dilakukan secara terang-terangan.

“Tidak mungkin aparat lingkungan, Babinsa, atau aparat penegak hukum tidak tahu. Ini bukan lagi pelanggaran biasa, tetapi sudah mengarah pada kejahatan kerah putih yang melibatkan kekuatan tertentu,” tegas Somya.

Menurutnya, praktik tersebut sengaja dipelihara karena menjadi ladang keuntungan besar bagi pihak-pihak tertentu.

“Kalau memang mau diberantas, sangat mudah. Tetapi faktanya sampai sekarang tetap berjalan,” katanya.

Selain dugaan perjudian, sejumlah arena tajen juga kerap dikaitkan dengan tindak kriminal. Kasus pembunuhan di Kintamani yang sempat viral hingga insiden penusukan di arena tajen Mertajaya menjadi bukti bahwa aktivitas tersebut bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi mengancam keamanan masyarakat.

Somya pun mendorong pemerintah dan legislatif untuk mengambil langkah tegas, termasuk mengevaluasi secara serius praktik tajen di Bali agar tidak terus menjadi ruang abu-abu hukum yang dimanfaatkan oknum tertentu.

“Jangan sampai budaya dijadikan tameng untuk praktik perjudian ilegal,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan maraknya praktik perjudian berkedok tajen tersebut.

Publik kini menunggu keberanian aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan transparan. Sebab jika dugaan perjudian itu benar terjadi secara masif dan terbuka, maka pembiaran yang terus berlangsung dapat semakin menggerus kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Bali.***


banner
NASIONAL
img
Minggu, 14 Juni 2026
Samarinda-Mediaindonesianews.com: Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menegaskan pentingnya peran jajaran Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Kalimantan
img
Minggu, 14 Juni 2026
Jakarta-Mediaindoneaianews.com: Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menegaskan bahwa sektor pertanahan memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita
img
Sabtu, 13 Juni 2026
Jakarta - Tidak semua kemenangan diumumkan dari atas podium. Sebagian datang lebih dahulu melalui lembar hasil pertandingan, akumulasi poin, dan keputusan resmi yang memastikan sebuah negara berhak melangkah ke panggung
img
Sabtu, 13 Juni 2026
mediaindonesianews.com - Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R bersama Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat meninjau sejumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah
img
Jumat, 12 Juni 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Garda Wirausaha Nasional (GWN) berencana memproduksi film dokumenter bertajuk “Hitam Putih” yang mengangkat fenomena sosial terkait penyalahgunaan narkoba, judi online (judol), dan pinjaman online (pinjol). Gagasan tersebut
img
Jumat, 12 Juni 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengusulkan pagu anggaran sebesar Rp10,608 triliun untuk mendukung pelaksanaan program kerja Kementerian ATR/BPN pada Tahun Anggaran

MEDIA INDONESIA NEWS