bendera

Kamis, 03 September 2026    04:22 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

KABAR DAERAH
 


Fenomena Musim Hujan, Warga Srimartani Berburu Jamur Liar Bernilai Ekonomi


WIT,    29 Januari 2026,    12:52 WIB

Fenomena Musim Hujan, Warga Srimartani Berburu Jamur Liar Bernilai Ekonomi
Istimewa

Bantul-Mediaindonesianews.com: Intensitas hujan yang tinggi selama musim penghujan menyebabkan struktur tanah menjadi lembap dan memicu tumbuh suburnya jamur liar di sejumlah wilayah. Fenomena musiman ini terjadi di wilayah Srimartani, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan dimanfaatkan masyarakat untuk berburu jamur konsumsi.


Jamur liar yang tumbuh alami di tanah lembap maupun di sekitar akar tanaman ini hanya dapat ditemukan pada musim hujan, sehingga keberadaannya sangat dinantikan warga. Beberapa jenis jamur yang diburu masyarakat antara lain jamur bulan (Gymnopus sp.) dan jamur trucuk, yang dikenal memiliki cita rasa lezat serta nilai gizi tinggi.

Jamur bulan kerap ditemukan di tanah lembap dan di sekitar perakaran tanaman. Jamur ini digemari karena teksturnya yang menyerupai daging. Sementara itu, jamur trucuk—yang juga dikenal sebagai jamur barat atau cendawan busut—dinilai memiliki kandungan protein, serat, vitamin, dan mineral yang cukup tinggi, meski keberadaannya sulit diprediksi dan tidak dapat dibudidayakan secara massal.

Aktivitas berburu jamur umumnya dilakukan warga sejak pagi hari, bahkan sebagian memulainya pada dini hari. Namun, masyarakat tetap diimbau berhati-hati dan memastikan jenis jamur yang diambil aman untuk dikonsumsi, mengingat adanya jamur liar beracun yang tumbuh di musim yang sama.


Salah satu warga Srimartani, Mas Ulin (26), mengaku rutin berburu jamur liar untuk dijual. Ia mengatakan, permintaan jamur biasanya sudah datang sebelum dirinya turun ke lokasi pencarian.

“Biasanya sebelum berburu sudah ada yang pesan untuk konsumsi,” ujarnya.

Menurutnya, harga jamur trucuk hitam di pasaran berkisar antara Rp65.000 hingga Rp80.000 per kilogram, tergantung kualitas dan ketersediaan.

Fenomena jamur liar musiman ini tidak hanya menjadi sumber pangan alternatif, tetapi juga memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat. Warga berharap kekayaan alam tersebut dapat terus dijaga agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang. (WIT)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS