bendera

Senin, 19 Oktober 2026    04:21 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

KABAR DAERAH
 


Fenomena Musim Hujan, Warga Srimartani Berburu Jamur Liar Bernilai Ekonomi


WIT,    29 Januari 2026,    12:52 WIB

Fenomena Musim Hujan, Warga Srimartani Berburu Jamur Liar Bernilai Ekonomi
Istimewa

Bantul-Mediaindonesianews.com: Intensitas hujan yang tinggi selama musim penghujan menyebabkan struktur tanah menjadi lembap dan memicu tumbuh suburnya jamur liar di sejumlah wilayah. Fenomena musiman ini terjadi di wilayah Srimartani, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan dimanfaatkan masyarakat untuk berburu jamur konsumsi.


Jamur liar yang tumbuh alami di tanah lembap maupun di sekitar akar tanaman ini hanya dapat ditemukan pada musim hujan, sehingga keberadaannya sangat dinantikan warga. Beberapa jenis jamur yang diburu masyarakat antara lain jamur bulan (Gymnopus sp.) dan jamur trucuk, yang dikenal memiliki cita rasa lezat serta nilai gizi tinggi.

Jamur bulan kerap ditemukan di tanah lembap dan di sekitar perakaran tanaman. Jamur ini digemari karena teksturnya yang menyerupai daging. Sementara itu, jamur trucuk—yang juga dikenal sebagai jamur barat atau cendawan busut—dinilai memiliki kandungan protein, serat, vitamin, dan mineral yang cukup tinggi, meski keberadaannya sulit diprediksi dan tidak dapat dibudidayakan secara massal.

Aktivitas berburu jamur umumnya dilakukan warga sejak pagi hari, bahkan sebagian memulainya pada dini hari. Namun, masyarakat tetap diimbau berhati-hati dan memastikan jenis jamur yang diambil aman untuk dikonsumsi, mengingat adanya jamur liar beracun yang tumbuh di musim yang sama.


Salah satu warga Srimartani, Mas Ulin (26), mengaku rutin berburu jamur liar untuk dijual. Ia mengatakan, permintaan jamur biasanya sudah datang sebelum dirinya turun ke lokasi pencarian.

“Biasanya sebelum berburu sudah ada yang pesan untuk konsumsi,” ujarnya.

Menurutnya, harga jamur trucuk hitam di pasaran berkisar antara Rp65.000 hingga Rp80.000 per kilogram, tergantung kualitas dan ketersediaan.

Fenomena jamur liar musiman ini tidak hanya menjadi sumber pangan alternatif, tetapi juga memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat. Warga berharap kekayaan alam tersebut dapat terus dijaga agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang. (WIT)


banner
NASIONAL
img
Minggu, 18 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL bersama unsur Maritime Tactical Operations (MTO) Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) melaksanakan infiltrasi bawah air dalam simulasi penyiapan pantai pendaratan...
img
Minggu, 18 Oktober 2026
Bali - KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II bersama Helikopter Panther HS-1305 Puspenerbal melaksanakan latihan unsur laut dengan tiga kapal perang Angkatan Bersenjata Australia...
img
Minggu, 18 Oktober 2026
Maybrat - Setelah hampir tujuh bulan berada dalam penguasaan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya pimpinan Manfred Fatem, dua senjata organik Yonif 9 Marinir jenis Caracal dan K3 Daewoo akhirnya...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 5/ABW Kodam V/Brawijaya bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) melaksanakan latihan penanganan bahan peledak (Explosive Ordnance Disposal/EOD) dalam rangka Latihan Gabungan...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Artileri Medan (Armed) TNI bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar Armed Subject Matter Expert Exchange (SMEE) dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - TNI bersama Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar latihan Non-combatant Evacuation Operation (NEO) dengan metode Tabletop Exercise (TTX). Latihan dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...

MEDIA INDONESIA NEWS