bendera

Senin, 20 April 2026    10:53 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


Darah Kebangsaan Ngalir dari Ponpes Uniq Malang Hingga Taman Sekartaji Kediri


dee maz,    18 Desember 2019,    10:34 WIB

Darah Kebangsaan Ngalir dari Ponpes Uniq Malang Hingga Taman Sekartaji Kediri

Kediri – MediaIndonesiaNews : Sesuai dengan nama dari Pondok Pesantren (Ponpes) yang dipimpinnya yang  bernama Ponpes Uniq, tak sedikit pula kalangan yang terkagum dengan munculnya sosok   Pengasuh Ponpes Uniq  KH. M. Abdul Ghufron Al Banteni.


Pasalnya, penguasa banyak bahasa  (termasuk diantaranya bahasa Ajam (non Arab), bahasa Suryani, bahasa Ibrani, bahasa qolbu/hati, bahasa semut, bahasa seluruh burung, dan bahasa binatang buas) ini memiliki keunikan dalam melakukan syiar agama  maupun dalam menyalurkan niatnya untuk turut membangkitkan semangat nasionalisme masyarakat Indonesia kususnya bagi kawula muda Indonesia.

Hari demi hari dilalui bersama ratusan santri yang tersebar di beberapa daerah karena memang Abah Ghufron, begitu panggilan akrabnya, tak hanya mengurus satu ponpes saja, tetapi ia telah  memiliki ponpes yang cukup banyak dan  tersebar di beberapa daerah, antara lain di Malang, Surabaya, Lamongan, Demak, Semarang, Indramayu, Jakarta, Bogor, Banten, Lembang, Bandung,  Lampung, dan Lomando  Kalimantan Tengah, yang seluruh santrinya tak ada satupun yang diwajibkan membayar.

Seluruhnya ia gratiskan. Kini, dirinya telah menggodok sejumlah santrinya untuk segera mempersiapkan diri dalam rangka membuka Ponpes  baru di Kediri, Jawa Timur.


Dalam kesehariannya, para santri tak hanya didulang ilmu keagamaan saja, namun juga selalu disuntikkan nilai-nilai kebangsaan.

Meski tetap mengenakan sarung sebagaimana khas ponpes, para  santri tetap dituntut untuk melakukan upacara bendera.

Lebih unik lagi, Kiyai yang pernah dikubur hidup-hidup selama 40 hari ini ternyata telah berhasil banyak menciptakan lagu-lagu kebangsaan Indonesia.

"Iya, saya memang sangat cinta NKRI, sehingga para santri saya juga harus lebih mencintai NKRI di manapun berada dan  sepanjang masa", kata Abah Ghufron di sela-sela  obrolannya.

Adalah Aini Record, salah satu event organizer di Jawa Timur yang cepat tanggap dengan informasi yang diterimanya, sehingga beberapa album telah digarapnya dengan apik.

Bahkan Aini Record telah mempersiapkan acara launching sejumlah lagu-lagu kebangsaan itu yang dikemas dalam satu  acara yang akan berlangsung di Taman Tiryoyoso, Kediri, Sabtu, 21 Desember  mendatang yang rencana  akan dihadiri Bupati, Wali Kota, serta para pejabat lainnya di jajaran Pemerintah Daerah  Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Pada acara tersebut Abah Ghufron akan didaulat untuk melantunkan tiga dari belasan judul lagu ciptaannya, yakni lagu Bung Tomo, Penggerak Nusantara, dan Indonesiaku.


banner
NASIONAL
img
Senin, 20 April 2026
Sabang – Mediaindonesianews.com: Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo), Jose Rizal, menyebut kawasan Sabang memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi hub industri berskala global, bahkan dinilai
img
Minggu, 19 April 2026
Magelang - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam kegiatan pengarahan kepada para Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seluruh Indonesia pada Kursus Pemantapan Pimpinan
img
Jumat, 17 April 2026
Pontianak-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperkuat pengawasan terhadap pemegang hak atas tanah, khususnya perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB),
img
Jumat, 17 April 2026
Jakarta –  Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (Ketum PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H.,M.M menutup Rapat Kerja Nasional Taekwondo Indonesia Tahun 2026 di Arhotel Gelora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis
img
Kamis, 16 April 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dalu Agung Darmawan, membuka Forum Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) 2026 dengan menekankan pentingnya penyamaan persepsi antarinstansi

MEDIA INDONESIA NEWS