Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Dinamika internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin menghangat setelah mencuatnya nama Dr. (c) H. Budi Kasan Besari Adinagoro, SH., MH., CLA sebagai kandidat kuat Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU. Rais Aam PBNU, K.H. Miftachul Akhyar, disebut memiliki kewenangan penuh dalam menentukan sosok yang akan mengisi posisi strategis tersebut.
Nama Budi Kasan Besari kian santer disebut di kalangan Nahdliyin dan pengamat organisasi. Ia dinilai sebagai figur modern yang mampu menjembatani kebutuhan PBNU untuk menghadirkan kepemimpinan yang kuat, adaptif, dan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman khas Nahdlatul Ulama.
Budi dikenal luas sebagai akademisi, praktisi hukum, dan tokoh moral yang aktif dalam berbagai organisasi keagamaan maupun nasionalis. Pada Pemilu 2024, namanya bahkan sempat digadang sebagai kandidat presiden karena rekam jejak profesional dan kapasitas kepemimpinan yang dinilai mumpuni.
Putra dari pasangan Harjo Masari bin Kasan Muhyi Al Basari dan Kartini binti Muhammad Suhemi itu juga merupakan pemilik PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk serta Skyland City. Jejak kariernya banyak bersinggungan dengan dunia hukum dan kelembagaan NU.
Sebagai akademisi dan ahli hukum pidana, Budi menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Gunung Jati serta meraih gelar Magister Hukum dari Universitas Tama Jagakarsa dan Universitas As-Syafi’iyah. Ia juga berpengalaman memimpin dan membina berbagai lembaga hukum di lingkungan NU, termasuk sebagai Komisaris Utama LPBH NU DKI dan Ketua Bidang Bantuan Hukum di LTM PBNU.
Selain itu, Budi juga pernah menjabat Staf Khusus Sekjen BAKAMLA bidang hukum laut internasional, Ketua Bidang Hukum Santri Tani NU, Bendahara Umum DPP ASAHI, serta Komisaris Utama PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk. Ia juga memimpin Ormas Pandawa Lima (Bravo 5) dan pernah aktif sebagai Sekjen Arjuna, relawan Prabowo–Gibran.
Dukungan terhadapnya juga datang dari Ketua Umum Pemuda Pelopor NU, Doni Ardon. Ia menilai Budi sebagai figur ideal untuk memimpin PBNU dalam periode transisi ini.
“Warga Nahdliyin membutuhkan pemimpin modern seperti Kiai Budi Kasan Besari Adinagoro. Beliau ulama, seniman, dan praktisi hukum yang kuat menjaga nilai-nilai turast dalam sosial, kebudayaan, ekonomi, dan politik,” kata Doni.
Menurut Doni, sosok Budi mencerminkan semangat intelektual yang matang dan metodologi keilmuan yang mendalam sehingga mampu menjadi rujukan pemahaman Islam di tengah tantangan modernitas.
Dinamika internal PBNU kini terus mencermati siapa yang akan ditunjuk Rais Aam sebagai Pj Ketua Umum. Jika Budi Kasan Besari benar ditetapkan, posisinya diprediksi akan membawa perubahan signifikan dalam arah kebijakan dan konsolidasi organisasi menuju periode baru. (Ndang)