Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Bangli-Mediaindonesianews.com: Ketua DPRD Kabupaten Bangli, I Ketut Suastika, melontarkan kritik tajam terhadap kebiasaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli yang baru memulai proses tender proyek berbulan-bulan setelah tahun anggaran berjalan. Ia menilai pola tersebut terus berulang setiap tahun dan berdampak negatif pada perekonomian masyarakat.
Menurut Suastika, keterlambatan tender menyebabkan perputaran ekonomi di masyarakat tidak optimal, sekaligus menurunkan serapan anggaran pada triwulan awal. Karena itu, ia mendesak Pemkab Bangli agar mempercepat seluruh proses tender agar kegiatan pembangunan bisa dimulai lebih cepat.
“Tidak perlu menunggu berbulan-bulan setelah tahun anggaran berjalan. Percepatan tender penting untuk menggerakkan perekonomian masyarakat serta meningkatkan penyerapan anggaran. Tidak mesti menunggu pertengahan tahun, awal Januari harus sudah tender,” tegas Suastika, Jumat (28/11).
Ia juga mengingatkan risiko besar jika tender dilakukan terlalu mepet dengan akhir tahun. Apabila terjadi gagal tender, pemerintah akan kesulitan melakukan tender ulang akibat keterbatasan waktu.
“Kalau di akhir tahun, istilah Menteri Keuangan, uangnya menumpuk,” ujarnya.
Suastika menegaskan bahwa setelah APBD disahkan dan hasil verifikasi dari gubernur turun, pemerintah daerah sudah dapat memulai langkah-langkah persiapan untuk pelaksanaan proyek di tahun berikutnya. Dengan perencanaan yang matang sejak awal, realisasi pembangunan diyakini bisa berjalan lebih merata dan tidak kembali menumpuk di penghujung tahun anggaran.
Ketua DPRD Bangli itu berharap Pemkab segera mengevaluasi pola kerja tersebut demi menghindari keterlambatan pembangunan yang berdampak pada masyarakat. (JroBudi)