bendera

Selasa, 21 April 2026    20:31 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

POLITIK
 


Sikapi Masuknya Kapal China ke Perairan Natuna, Kepala Bakamla RI Beri Arahan Khusus Kepada Jajarannya


dee maz,    07 Januari 2020,    13:06 WIB

Sikapi Masuknya Kapal China ke Perairan Natuna, Kepala Bakamla RI Beri Arahan Khusus Kepada Jajarannya

Jakarta – MediaIndonesiaNews : Kita mengemban tugas sebagai penjaga lautan Nusantara, itu dapat kita laksanakan dengan sebaik-baiknya ditengah kekurangan kita, ditengah keterbatasan kita, seperti moto kita," Terbatas Namun Dipercaya". 


Demikian disampaikan Kepala Bakamla RI Laksdya Bakamla A. Taufiq R., dalam arahannya saat memimpin apel besar seluruh personel Bakamla RI wilayah Jakarta, di Aula Mabes Bakamla RI, Jl. Proklamasi No. 56, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2020).

Laksdya Taufiq mengatakan, menyikapi situasi yang berada di Natuna, kita harus cerdas yang awalnya pola operasi bersifat continue saya rubah dengan mengedepankan data intelejen preparation battle dan analisa dari Puskodal kita sehingga sampai akhir tahun kita masih mampu melaksanakan operasi.

Saya bangga dengan prajurit-prajurit saya yang saat ini sedang bertugas di Natuna. Dia tidak disiapkan untuk itu tetapi mampu melakukan tugas dengan baik.


Klaim kedaulatan China terhadap perairan Natuna merupakan kesalahan besar. Karena kedaulatan itu hanya dari teritorial kedalam artinya kita berdaulat penuh dan hukum nasional dapat diberlakukan. 

Hadirnya Bakamla RI sebagai institusi  operasional dimana dalam menghadapi situasi nasional akan bekerja berdasarkan otoritas nasional yaitu Presiden karena Bakamla RI dibawah Presiden.

Maka operasi Bakamla RI selalu terukur dan menghindari miscalculation supaya tidak meningkat eskalasi. Karena semangat dari aturan pelibatan Bakamla RI adalah pertama mencegah terjadinya konflik dan menghindari konflik itu terjadi. Kedua adalah hukum internasional yaitu UNCLOS 1982 dan ketiga adalah kebijakan nasional .Itulah elemen kekuatan yang saya gunakan untuk melindungi satuan sendiri maupun satuan lain.

Sesuai dengan instruksi presiden terkait situasi di Natuna dikatakan tidak ada kompromi dengan China tetapi melakukan tindakan terukur. Adapun tindakan Bakamla RI saat ini terhadap 50 kapal ikan China dan 2 China Coast guard, tegas saya perintahkan usir mereka karena tegas klaim kita bahwa perairan Natuna ini punya kita. 

Laksdya Taufiq menambahkan, kita harus mengetahui perilaku dari China, kenali dirimu, kenali musuhmu, seratus pertempuran seratus kemenangan.

Jadi kita harus mengerti perilaku China. Pertama, kenapa China turun ke laut China Selatan karena mereka butuh sumber daya alam. Kedua keamanan, China adalah negara yang tidak pernah ekspansi tapi difensif. Ketiga adalah masalah geopolitik, China mau mendominasi laut China Selatan karena laut Natuna adalah akses ke Samudera Hindia, oleh karena itu China mau mendominasi jalur pelayaran tersebut secara niaga dan militer.

Untuk mengamakan tersebut, makanya mereka membuat pangkalan-pangkalan di laut China Selatan dipulau buatan. Keempat, terkait internal yaitu nine dash line.

Sehingga apapun yg kita kerjakan disana, China tidak akan mundur. Bakamla RI saat ini berada didepan karena area tersebut adalah area berdaulat yaitu lebih kepada penegakan hukum jadi biarlah Bakamla RI sebagai Indonesian Coast Guard menghadapi China Coast Guard tidak secara militer.

Tindakan yang dilakukan China, kita imbangi dengan strategi yaitu dengan abaikan peraturan perikanan, kirim semua kapal besar ikan di Pantura ke Natuna dan Bakamla RI akan kawal sambil kita gaungkan bahwa China telah melanggar hukum internasional.

Personel Bakamla RI harus memahami kenapa Bakamla RI didepan dalam menangani Natuna karena ini bukan situasi perang dan pada saat kita melakukan suatu operasi walaupun operasi militer yang kita gunakan adalah asas legitimate yaitu tindakan hukum.

Menutup arahannya, Laksdya Taufiq mengatakan bahwa karakter personel Bakamla RI adalah harus cerdas, berani dan punya keteguhan.


banner
NASIONAL
img
Senin, 20 April 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Proses balik nama sertipikat tanah dari orang tua ke anak masih kerap membingungkan masyarakat. Selain melibatkan aspek hukum dan administrasi, proses ini juga berkaitan dengan kewajiban pajak
img
Senin, 20 April 2026
Magelang - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan materi tentang “Program dan Kebijakan TNI dalam Mendukung Asta Cita Mewujudkan Indonesia Emas 2045”, kepada peserta Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD)
img
Senin, 20 April 2026
Sabang – Mediaindonesianews.com: Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo), Jose Rizal, menyebut kawasan Sabang memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi hub industri berskala global, bahkan dinilai
img
Minggu, 19 April 2026
Magelang - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam kegiatan pengarahan kepada para Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seluruh Indonesia pada Kursus Pemantapan Pimpinan
img
Jumat, 17 April 2026
Pontianak-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperkuat pengawasan terhadap pemegang hak atas tanah, khususnya perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB),
img
Jumat, 17 April 2026
Jakarta –  Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (Ketum PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H.,M.M menutup Rapat Kerja Nasional Taekwondo Indonesia Tahun 2026 di Arhotel Gelora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis

MEDIA INDONESIA NEWS