bendera

Rabu, 22 April 2026    07:57 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

POLITIK
 


BNPB Libatkan Masyarakat Tanam Puluhan Ribu Vetiver Cegah Banjir dan Longsor


dee maz,    27 Februari 2020,    23:01 WIB

BNPB Libatkan Masyarakat Tanam Puluhan Ribu Vetiver Cegah Banjir dan Longsor

Jakarta - MINews : BNPB melibatkan masyarakat di Lebak dan Bogor untuk menanam vetiver dan tanaman jenis lain di masing-masing wilayah. Ini menjadi upaya konkret untuk merehabilitasi lahan pascabencana longsor di wilayah tersebut.


BNPB melalui Satuan Tugas Rehabilitasi Hutan dan Lahan pada Selasa (25/2) melakukan penanaman di wilayah Kampung Cinyiru, Cigobang dan Jaha, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Sebanyak 120 personel TNI, Polri dan ratusan warga turut menanam tidak hanya vetiver tetapi juga tanaman keras, seperti Sengon, Mahoni, atau pun Trembesi. Luas lahan yang sudah ditanami mencapai 36 ribu meter persegi, sedangkan bibit yang ditanam yaitu vetiver 17 ribu batang, dan tanaman keras 1.758 batang.

Rincian tanaman keras yang ditanam yaitu sengon 384 batang, mahoni 291, pulai 200, trembesi  593, dan tapang laut 290.

Di samping penanaman, satgas ini juga melakukan perbaikan rumah bibit yang berada di kantor camat. Di situ dilakukan pembibitan vetiver dengan polybag dengan ketersediaan bibit hingga 17.000 batang.


Sementara itu, penanaman juga dilakukan satgas di wilayah Kabupaten Bogor pada hari yang sama (25/2). Kegiatan penanaman ini juga melibatkan warga setempat. Luas lahan yang sudah ditanami di kawasan kabupaten ini mencapai 226 ribu meter persegi. Tanaman yang ditanam yaitu vetiver 98.116 batang, serta tanaman keras sebanyak 34.212 batang. Untuk rehabilitasi, satgas masih memiliki ketersediaan bibit vetiver dan tanaman keras. 

Sehubungan dengan penanaman vetiver sebagai upaya rehabilitasi dan pencegahan bencana banjir dan longsor, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta kepada seluruh kepala daerah melakukan penanaman jenis tanaman ini di wilayah.

“Tapi yang lebih penting dan akan lebih permanen apabila kita mau merehabilitasi lahan, menanam pohon-pohon yang memiliki akar yang kuat, sehingga segala sesuatu itu tidak terjadi,” ujar Jokowi pada  Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana di Sentul, Jawa Barat, Selasa silam(4/2).

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi menambahkan bahwa jenis tanaman vetiver harus dikenalkan, diperbanyak ke daerah-daerah yang memiliki ancaman bencana terutama banjir dan tanah longsor.

Vetiver, jenis rumput dengan nama latin Chrysophogon Zizaionide itu menjadi salah satu solusi untuk menguatkan struktur tanah melalui akarnya yang dapat tumbuh hingga kedalaman 5 meter.

Bentuk kombinasi vetiver dengan tanaman keras berakar kuat akan membuat struktur tanah menjadi lebih kokoh layaknya pondasi alami sehingga dapat meminimalisir proses deforestasi dan erosi serta mencegah terjadinya longsor.


banner
NASIONAL
img
Senin, 20 April 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Proses balik nama sertipikat tanah dari orang tua ke anak masih kerap membingungkan masyarakat. Selain melibatkan aspek hukum dan administrasi, proses ini juga berkaitan dengan kewajiban pajak
img
Senin, 20 April 2026
Magelang - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan materi tentang “Program dan Kebijakan TNI dalam Mendukung Asta Cita Mewujudkan Indonesia Emas 2045”, kepada peserta Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD)
img
Senin, 20 April 2026
Sabang – Mediaindonesianews.com: Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo), Jose Rizal, menyebut kawasan Sabang memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi hub industri berskala global, bahkan dinilai
img
Minggu, 19 April 2026
Magelang - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam kegiatan pengarahan kepada para Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seluruh Indonesia pada Kursus Pemantapan Pimpinan
img
Jumat, 17 April 2026
Pontianak-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperkuat pengawasan terhadap pemegang hak atas tanah, khususnya perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB),

MEDIA INDONESIA NEWS