bendera

Sabtu, 29 Agustus 2026    02:12 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

POLITIK
 


Parlemen Dalam Sketsa Kebangsaan: Menyongsong 100 Tahun Indonesia Raya


tim red,    06 Desember 2022,    00:02 WIB

Parlemen Dalam Sketsa Kebangsaan: Menyongsong 100 Tahun Indonesia Raya
Parlemen Dalam Sketsa Kebangsaan: Menyongsong 100 Tahun Indonesia Raya

Cirebon-Mediaindonesianews.com: Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady menggelar "Parlemen dalam Sketsa Kebangsaan" yang diikuti oleh para tokoh  organisasi keagamaan Cirebon, di sebuah kafe di Kota Cirebon, Minggu, (4/12).


Parlemen Dalam Sketsa Kebangsaan: Menyongsong 100 Tahun Indonesia Raya

“setiap organisasi pasti didirikan dengan tujuan mulia. Para pendirinya pasti berpikir tentang nilai-nilai ideal dalam berbangsa dan bernegara. Masalahnya adalah pada tataran implementasi terkadang ada deviasi dari tujuan mulia itu. Dalam kondisi seperti itu, peran pemimpin sangatlah diperlukan untuk mengarahkan ke mana organisasi itu berjalan.” Kata Daddy yang menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi Gerindra-Persatuan

Daddy yang juga Penulis buku Kertajati Sajak-sajak Pembangunan dan Antara Perut dan Maut Sajak-sajak Perjuangan itu mengatakan, bahwa bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin yang berani, adil, dan bijaksana dengan demikian bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar dan disegani bangsa lain. Pelajaran dalam sebuah kelompok kecil dan peran serta masing-masing anggotanya diharapkan untuk kemudian memberi kontribusi riil pada kelopok tersebut. Dari sana kemudian anggotanya akan mengembangkan diri dan berkontribusi bagi masyarakat di lingkungannya masing-masing.

Menurutnya, masing-masing organisasi biasanya memiliki tahapan pelatihan atau pengkaderan. Muatan pelatihan juga berbeda sesuai tingkatannya. Kian naik tingkatannya, kian berat dan tajam materi yang diberikan. Dengan demikian para kader diberi pembekalan yang pasti sangat bermanfaat untuk masa depannya. Mengapa demikian?


“Para kader sebuah organisasi diharapkan menjadi penerus bangsa yang akan memimpin negeri ini. Bukankah pada dasarnya setiap kita adalah pemimpin. Beberapa di antaranya akan menjadi bagian elite bangsa ini yang --suka tidak suka dan mau tidak mau-- menjadi penerima tongkat estafet elite bangsa. Melihat semua itu, setiap organisasi diharapkan menyumbangkan calon-calon penerus bangsa dalam berbagai bidang. Mereka diharapkan menjadi generasi penerus yang mampu mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa (the founding fathers). Oleh karena itu, mereka harus memiliki rasatoleransi yang besar.” Paparnya.

Untuk itu, menurut Daddy, mereka harus memiliki kemampuan yang berdaya saing tinggi. Mereka diharapkan mampu mewujudkan sebuah Indonesia Raya yang makmur, sejahtera, dan berkeadilan. Mereka harus memahami betul Sketsa Kebangsaan (4 Pilar) negara ini. Mereka harus memiliki pemahaman yang paripurna mengenai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Keempat pilar bangsa tersebut akan membuat mereka memiliki pegangan yang kukuh dalam mengarungi kemajuan. Dengan demikian mereka tidak akan kehilangan arah meskipun dihadapkan pada berbagai situasi rumit," ujar anggota DPRD dari daerah pemilihan Jabar XII itu.

Lebih lanjut Daddy menjelaskan bahwa, seluruh generasi bangsa ini harus memahami keempat pilar bangsa itu secara paripurna, sehingga keunggulan demografi tidak akan menjadi sia-sia. Masa atau era keemasan bangsa Indonesia pada tahun 2045 semestinya tidak hanya menjadikan Negara Republik Indonesia unggul sebatas kuantitas yang kerapkali cekcok satu sama lain.

“Negara ini harus pula unggul dalam segi kualitas dan akur karena dilandasi rasa persaudaraan dan kesatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Mereka harus memelihara persatuan dan kesatuan negeri ini. Di situlah semestinya semua organisasi kemasyarakatan mengambil perannya yang amat strategis. Setiap kader dari masing-masing organisasi bisa menjadi pelopor: motor, motivator, bahkan mentor di mana pun dia berada," pungkasnya.***


banner
NASIONAL
img
Jumat, 28 Agustus 2026
Jakarta - Penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) berlanjut pada hari keempat belas, Jumat (28/8/2026). TNI mengerahkan 8.119 personel di sejumlah wilayah terdampak untuk membantu penanganan bencana
img
Jumat, 28 Agustus 2026
Palembang - TNI mengerahkan 248 personel tambahan sebagai penyuluh untuk memperkuat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra. Sebanyak 209 personel diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju
img
Jumat, 28 Agustus 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: 11 juta bidang tanah rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akan segera tersertipikasi hingga 2029. Program tersebut menjadi target Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk
img
Jumat, 28 Agustus 2026
Jakarta - Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI Letjen TNI Bambang Trisnohadi bersama Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Arnold A.P. Ritiauw menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Sinergi Pelaksanaan
img
Kamis, 27 Agustus 2026
Jakarta - Penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berlangsung hingga hari ketiga belas, Kamis (27/8/2026). Sebanyak 8.119 personel TNI masih bertugas di sejumlah wilayah terdampak untuk
img
Kamis, 27 Agustus 2026
Jakarta, mediaindonesianews.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus memperkuat upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan mengerahkan personel penyuluh ke sejumlah wilayah yang membutuhkan dukungan. Pengerahan dilakukan

MEDIA INDONESIA NEWS