bendera

Minggu, 18 Oktober 2026    12:05 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

POLITIK
 


Parlemen Dalam Sketsa Kebangsaan: Menyongsong 100 Tahun Indonesia Raya


tim red,    06 Desember 2022,    00:02 WIB

Parlemen Dalam Sketsa Kebangsaan: Menyongsong 100 Tahun Indonesia Raya
Parlemen Dalam Sketsa Kebangsaan: Menyongsong 100 Tahun Indonesia Raya

Cirebon-Mediaindonesianews.com: Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady menggelar "Parlemen dalam Sketsa Kebangsaan" yang diikuti oleh para tokoh  organisasi keagamaan Cirebon, di sebuah kafe di Kota Cirebon, Minggu, (4/12).


Parlemen Dalam Sketsa Kebangsaan: Menyongsong 100 Tahun Indonesia Raya

“setiap organisasi pasti didirikan dengan tujuan mulia. Para pendirinya pasti berpikir tentang nilai-nilai ideal dalam berbangsa dan bernegara. Masalahnya adalah pada tataran implementasi terkadang ada deviasi dari tujuan mulia itu. Dalam kondisi seperti itu, peran pemimpin sangatlah diperlukan untuk mengarahkan ke mana organisasi itu berjalan.” Kata Daddy yang menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi Gerindra-Persatuan

Daddy yang juga Penulis buku Kertajati Sajak-sajak Pembangunan dan Antara Perut dan Maut Sajak-sajak Perjuangan itu mengatakan, bahwa bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin yang berani, adil, dan bijaksana dengan demikian bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar dan disegani bangsa lain. Pelajaran dalam sebuah kelompok kecil dan peran serta masing-masing anggotanya diharapkan untuk kemudian memberi kontribusi riil pada kelopok tersebut. Dari sana kemudian anggotanya akan mengembangkan diri dan berkontribusi bagi masyarakat di lingkungannya masing-masing.

Menurutnya, masing-masing organisasi biasanya memiliki tahapan pelatihan atau pengkaderan. Muatan pelatihan juga berbeda sesuai tingkatannya. Kian naik tingkatannya, kian berat dan tajam materi yang diberikan. Dengan demikian para kader diberi pembekalan yang pasti sangat bermanfaat untuk masa depannya. Mengapa demikian?


“Para kader sebuah organisasi diharapkan menjadi penerus bangsa yang akan memimpin negeri ini. Bukankah pada dasarnya setiap kita adalah pemimpin. Beberapa di antaranya akan menjadi bagian elite bangsa ini yang --suka tidak suka dan mau tidak mau-- menjadi penerima tongkat estafet elite bangsa. Melihat semua itu, setiap organisasi diharapkan menyumbangkan calon-calon penerus bangsa dalam berbagai bidang. Mereka diharapkan menjadi generasi penerus yang mampu mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa (the founding fathers). Oleh karena itu, mereka harus memiliki rasatoleransi yang besar.” Paparnya.

Untuk itu, menurut Daddy, mereka harus memiliki kemampuan yang berdaya saing tinggi. Mereka diharapkan mampu mewujudkan sebuah Indonesia Raya yang makmur, sejahtera, dan berkeadilan. Mereka harus memahami betul Sketsa Kebangsaan (4 Pilar) negara ini. Mereka harus memiliki pemahaman yang paripurna mengenai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Keempat pilar bangsa tersebut akan membuat mereka memiliki pegangan yang kukuh dalam mengarungi kemajuan. Dengan demikian mereka tidak akan kehilangan arah meskipun dihadapkan pada berbagai situasi rumit," ujar anggota DPRD dari daerah pemilihan Jabar XII itu.

Lebih lanjut Daddy menjelaskan bahwa, seluruh generasi bangsa ini harus memahami keempat pilar bangsa itu secara paripurna, sehingga keunggulan demografi tidak akan menjadi sia-sia. Masa atau era keemasan bangsa Indonesia pada tahun 2045 semestinya tidak hanya menjadikan Negara Republik Indonesia unggul sebatas kuantitas yang kerapkali cekcok satu sama lain.

“Negara ini harus pula unggul dalam segi kualitas dan akur karena dilandasi rasa persaudaraan dan kesatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Mereka harus memelihara persatuan dan kesatuan negeri ini. Di situlah semestinya semua organisasi kemasyarakatan mengambil perannya yang amat strategis. Setiap kader dari masing-masing organisasi bisa menjadi pelopor: motor, motivator, bahkan mentor di mana pun dia berada," pungkasnya.***


banner
NASIONAL
img
Minggu, 18 Oktober 2026
Maybrat - Setelah hampir tujuh bulan berada dalam penguasaan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya pimpinan Manfred Fatem, dua senjata organik Yonif 9 Marinir jenis Caracal dan K3 Daewoo akhirnya...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 5/ABW Kodam V/Brawijaya bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) melaksanakan latihan penanganan bahan peledak (Explosive Ordnance Disposal/EOD) dalam rangka Latihan Gabungan...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - Prajurit Artileri Medan (Armed) TNI bersama prajurit Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar Armed Subject Matter Expert Exchange (SMEE) dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Situbondo - TNI bersama Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar latihan Non-combatant Evacuation Operation (NEO) dengan metode Tabletop Exercise (TTX). Latihan dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera...
img
Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) bertempat di Ruang Hening Gedung Soedirman...
img
Jumat, 16 Oktober 2026
Maybrat – Tim gabungan Koops TNI Habema berhasil menemukan dan mengamankan kembali satu pucuk senjata api laras panjang jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm di wilayah Kabupaten...

MEDIA INDONESIA NEWS