Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Taput-Mediaindonesianews.com: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) mengapresiasi kiprah komunitas Jabu Bonang yang dinilai konsisten mengangkat potensi lokal melalui pemberdayaan perajin tenun. Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan, dalam perayaan hari jadi ke-6 Jabu Bonang di Sopo Partungkoan, Selasa (21/4).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyebut Jabu Bonang yang diinisiasi Tobatenun telah berperan menjaga keberlanjutan tradisi menenun ulos sekaligus meningkatkan kapasitas ekonomi perajin di kawasan Danau Toba.
“Keterampilan menenun ulos merupakan warisan turun-temurun. Peran komunitas seperti Jabu Bonang penting untuk memastikan tradisi ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara profesional,” ujar Deni.
Menurutnya, model pemberdayaan yang diterapkan Jabu Bonang tidak terbatas pada pelatihan teknis menenun, tetapi juga mencakup pendampingan tata niaga, literasi kesehatan perempuan, hingga edukasi holistik bagi para perajin.
Pemerintah daerah, lanjutnya, mendukung kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat posisi perajin, khususnya perempuan, agar lebih mandiri secara ekonomi. “Pendekatan ini memberi nilai tambah, tidak hanya pada produk, tetapi juga pada kesejahteraan perajin,” katanya.
Perayaan ulang tahun ke-6 Jabu Bonang turut dirangkai dengan peluncuran inovasi tenun dan pameran benang berbahan pewarna alami. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kembali teknik tradisional ulos yang mulai jarang digunakan serta mendorong praktik fesyen berkelanjutan.
Acara tersebut dihadiri perangkat daerah, tokoh masyarakat, pegiat budaya, serta ratusan perajin dari berbagai desa di kawasan Danau Toba.(LS)