Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Sumbawa-Mediaindonesianews.com: Aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa di Kabupaten Sumbawa berakhir dengan deklarasi bersama antara mahasiswa dan jajaran Polres Sumbawa untuk memperkuat komitmen pemberantasan narkotika. Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa perang melawan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tidak hanya aparat penegak hukum.
Dalam dialog yang berlangsung usai penyampaian aspirasi, Wakapolres Sumbawa, Kompol Didik, menegaskan bahwa Polres Sumbawa telah melakukan berbagai langkah pencegahan dan penindakan terhadap peredaran narkotika. Selain operasi penegakan hukum, kepolisian juga menggandeng tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen lainnya untuk membangun kesadaran kolektif dalam menekan penyalahgunaan narkoba. Upaya serupa juga terus dilakukan melalui sosialisasi dan penyuluhan di tengah masyarakat sebagai bagian dari strategi preventif pemberantasan narkotika.
Dalam kesempatan itu, mahasiswa turut menyoroti munculnya aksi tandingan pada demonstrasi sebelumnya yang dinilai berpotensi memicu gesekan di lapangan. Menanggapi hal tersebut, Kompol Didik menegaskan bahwa kepolisian berkewajiban memberikan pelayanan yang sama kepada seluruh kelompok masyarakat yang menyampaikan pemberitahuan aksi sesuai prosedur.
“Siapa pun yang memasukkan surat pemberitahuan aksi tetap akan kami layani. Namun masukan dari rekan-rekan mahasiswa ini tetap kami terima sebagai bahan evaluasi,” tegas Kompol Didik.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Polres Sumbawa membuka ruang evaluasi terhadap pola pengamanan demonstrasi, sekaligus menjaga keseimbangan antara hak kebebasan berpendapat dan stabilitas keamanan daerah.
Isu narkoba sendiri menjadi salah satu perhatian utama mahasiswa. Desakan agar aparat lebih agresif membongkar jaringan peredaran narkotika muncul di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap meningkatnya ancaman narkoba yang menyasar generasi muda. Dalam beberapa kesempatan, Polres Sumbawa juga telah menegaskan komitmennya untuk memberantas peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya serta mengajak masyarakat aktif memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan.
Di penghujung aksi, mahasiswa bersama Wakapolres Sumbawa melakukan deklarasi komitmen bersama untuk memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Sumbawa. Deklarasi tersebut menjadi simbol kolaborasi antara mahasiswa dan aparat kepolisian dalam menghadapi salah satu ancaman sosial paling serius yang tengah dihadapi daerah.
Meski aksi berlangsung dengan sejumlah kritik terhadap kinerja aparat, dialog yang terbangun menunjukkan adanya kesamaan tujuan antara mahasiswa dan kepolisian, yakni menciptakan Sumbawa yang aman dari peredaran narkotika serta menjamin ruang demokrasi tetap berjalan secara tertib dan kondusif. (JB)