Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Berangkat dari semangat membangun kolaborasi antar pelaku usaha muda, pengusaha sekaligus praktisi hukum Dewi Wulan membentuk D'Legacy Circle, sebuah komunitas yang menggabungkan konsep arisan eksklusif dengan inkubator bisnis dan gerakan sosial. Inisiatif tersebut disebut terinspirasi oleh perjalanan karier Sherly Tjoanda, yang menurutnya berhasil membuktikan bahwa dunia usaha dan pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan beriringan.
Di balik berkembangnya sejumlah unit usaha seperti D'Needs Beauty, Dwar Law Firm, D'Management, dan D'Needs Property, Dewi Wulan melihat pentingnya membangun ruang kolaborasi yang tidak hanya berorientasi pada jejaring, tetapi juga mampu menghasilkan peluang bisnis dan manfaat sosial secara berkelanjutan.
Perempuan berusia 31 tahun asal Jakarta tersebut menjelaskan bahwa D'Legacy Circle dirancang sebagai wadah yang mempertemukan pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari industri kecantikan, profesional, hingga otomotif dan showroom, dalam satu ekosistem yang produktif.
"Kami ingin menciptakan waktu berkumpul yang jauh lebih bermanfaat bagi sesama rekan pengusaha. D'Legacy dirancang bukan sekadar menjadi tempat arisan atau meet up, melainkan inkubator untuk cross collaboration atau kolaborasi bisnis antaranggota," ujar Dewi Wulan.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu strategi untuk memperkuat daya saing pelaku usaha sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru. Ia meyakini sinergi yang dibangun di dalam komunitas tersebut dapat memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan usaha para anggota dan pada akhirnya turut mendukung perekonomian nasional.
Selain mendorong kerja sama bisnis, D'Legacy Circle juga mengedepankan semangat solidaritas. Komunitas ini disiapkan sebagai ruang berbagi pengalaman, edukasi bisnis, pendampingan usaha, hingga saling membantu anggota yang menghadapi tantangan dalam menjalankan usahanya.
Ke depan, D'Legacy Circle akan menjalankan berbagai agenda rutin yang tidak hanya berfokus pada kegiatan arisan bulanan, tetapi juga menghadirkan seminar bisnis, forum investasi, pelatihan kewirausahaan, serta program tanggung jawab sosial berupa kegiatan amal dan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Kami ingin secara nyata membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, khususnya mereka yang terdampak gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi belakangan ini," tambah Dewi.
Dewi mengungkapkan bahwa semangat membangun D'Legacy Circle tidak terlepas dari sosok yang menjadi inspirasinya, yakni Sherly Tjoanda. Ia menilai perjalanan karier Sherly, dari dunia bisnis hingga dipercaya memimpin Provinsi Maluku Utara, menjadi contoh bahwa kepemimpinan dapat dibangun melalui pengalaman kewirausahaan dan kepedulian terhadap masyarakat.
"Ibu Sherly Tjoanda adalah tokoh yang saya kagumi. Beliau mengawali karier sebagai pebisnis, kemudian berhasil menjadi gubernur dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Saya berharap suatu saat nanti saya bersama rekan-rekan di D'Legacy juga dapat memberikan kontribusi besar bagi bangsa," tutup Dewi.
Melalui konsep yang memadukan jejaring bisnis, kolaborasi lintas sektor, dan kepedulian sosial, D'Legacy Circle diharapkan menjadi salah satu komunitas pengusaha muda yang mampu melahirkan peluang usaha baru sekaligus memperluas dampak positif bagi masyarakat.***