bendera

Selasa, 21 Juli 2026    19:00 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


Pemuda Aceh Didorong Hidupkan Nilai Kesultanan untuk Hadapi Tantangan Era Digital


Fathan,    12 Mei 2026,    09:36 WIB

Pemuda Aceh Didorong Hidupkan Nilai Kesultanan untuk Hadapi Tantangan Era Digital
istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Upaya menghidupkan kembali nilai-nilai Kesultanan Aceh di tengah derasnya arus globalisasi menjadi perhatian dalam diskusi yang digelar Komunitas Millenial Indonesia Aceh–Jakarta di Dirga Coffee, Cilandak, Jakarta Selatan, 2 Mei 2026 lalu.


Dalam forum tersebut, penulis dan pengamat sosial Muhammad Rafsanjani menekankan pentingnya generasi muda Aceh membangun kembali identitas sejarah sebagai fondasi menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi modern.

Menurut Rafsanjani, Aceh saat ini tidak hanya dikenal memiliki sejarah panjang, tetapi juga menghadapi tantangan berupa krisis identitas akibat pengaruh globalisasi yang semakin kuat.

Ia menilai kejayaan Aceh pada masa pemerintahan Iskandar Muda seharusnya tidak hanya dipandang sebagai romantisme sejarah, melainkan menjadi sumber nilai yang relevan bagi generasi muda masa kini.


“Nilai-nilai yang dibangun pada masa Kesultanan Aceh harus menjadi kompas bagi pemuda hari ini, terutama dalam menghadapi perubahan sosial dan teknologi yang begitu cepat,” ujar Rafsanjani.

Ia menjelaskan bahwa Islam menjadi fondasi utama dalam kehidupan masyarakat Aceh, tidak hanya sebagai identitas budaya, tetapi juga sebagai sistem nilai dalam tata kehidupan sosial masyarakat.

Menurutnya, konsep Adat Meukuta Alam mencerminkan harmonisasi antara syariat Islam dan tata kelola masyarakat yang pernah menjadi kekuatan utama Kesultanan Aceh.

Dalam konteks modern, Rafsanjani menilai peran intelektual pemuda Aceh harus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Jika pada masa lalu tokoh-tokoh seperti Hamzah Fansuri dan Abdurrauf as-Singkili membangun peradaban melalui karya keilmuan, maka generasi muda saat ini dituntut aktif dalam literasi digital dan inovasi teknologi.

“Pemuda Aceh harus mampu menjadi agen penyaring informasi dan melawan hoaks, sekaligus berperan sebagai inovator di era digital,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat aktivitas sosial, intelektual, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Masjid harus kembali menjadi pusat aktivitas sosial dan intelektual, sebagaimana fungsinya pada masa kejayaan Kesultanan Aceh,” tambahnya.

Dalam bidang ekonomi dan hubungan global, Rafsanjani mengajak generasi muda meneladani semangat diplomasi dan perdagangan internasional yang pernah dibangun Kesultanan Aceh, termasuk hubungan dengan Kesultanan Utsmaniyah.

Menurutnya, semangat tersebut dapat diterjemahkan melalui pengembangan jejaring digital global dan ekonomi berbasis syariah.

“Potensi pemuda Aceh di bidang digital sangat besar. Ini bisa menjadi modal untuk membangun kemandirian ekonomi tanpa kehilangan identitas,” ujarnya.

Rafsanjani juga menyoroti pentingnya simbol pemersatu di tengah dinamika politik Aceh. Ia menyebut penguatan penggunaan Bendera Alam Peudeung dapat menjadi alternatif representasi identitas Kesultanan Aceh secara lebih inklusif.

“Simbol ini bisa menjadi jalan tengah yang merepresentasikan sejarah dan persatuan tanpa menimbulkan polemik berkepanjangan,” katanya.

Di akhir diskusi, Rafsanjani mengingatkan ancaman erosi budaya dan persoalan sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba yang dinilai mulai memengaruhi generasi muda Aceh.

Ia menegaskan pentingnya pemuda memahami sejarah sebagai langkah memperkuat karakter dan identitas di tengah perubahan zaman.

“Pemuda Aceh harus menjadi generasi yang disiplin, berintegritas, dan kompeten, namun tetap berakar pada nilai budaya dan syariat,” tuturnya.

Ia pun mengajak generasi muda Aceh untuk tidak sekadar mengagumi kejayaan masa lalu, tetapi turut menjadi pelaku utama dalam membangun peradaban baru di masa depan.

“Sudah saatnya pemuda Aceh tidak hanya mengagumi sejarah, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam membangun peradaban baru,” pungkasnya.(FF)


banner
NASIONAL
img
Selasa, 21 Juli 2026
Denpasar-Mediaindonesianews.com: Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri tentang Pengembangan Wilayah Bali yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar,
img
Selasa, 21 Juli 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dalu Agung Darmawan, menginstruksikan seluruh jajaran untuk menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) Tahun Anggaran
img
Selasa, 21 Juli 2026
Bogor - Komandan PMPP TNI Mayor Jenderal TNI Iwan Bambang Setiawan, S.I.P., secara resmi membuka Latihan Bersama Multinational Peacekeeping Exercise (MPE26) Garuda Canti Dharma III Tahun 2026 di Pusat Misi
img
Senin, 20 Juli 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). Sidang Kabinet Paripurna tahun 2026
img
Senin, 20 Juli 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) DKI Jakarta bersama Institut Marhaenisme 27 melontarkan kritik keras terhadap pelaksanaan proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Organisasi
img
Sabtu, 18 Juli 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN) Ossy Dermawan melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 78 pejabat struktural di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

MEDIA INDONESIA NEWS