bendera

Rabu, 13 Mei 2026    04:09 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


Pemuda Aceh Didorong Hidupkan Nilai Kesultanan untuk Hadapi Tantangan Era Digital


Fathan,    12 Mei 2026,    09:36 WIB

Pemuda Aceh Didorong Hidupkan Nilai Kesultanan untuk Hadapi Tantangan Era Digital
istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Upaya menghidupkan kembali nilai-nilai Kesultanan Aceh di tengah derasnya arus globalisasi menjadi perhatian dalam diskusi yang digelar Komunitas Millenial Indonesia Aceh–Jakarta di Dirga Coffee, Cilandak, Jakarta Selatan, 2 Mei 2026 lalu.


Dalam forum tersebut, penulis dan pengamat sosial Muhammad Rafsanjani menekankan pentingnya generasi muda Aceh membangun kembali identitas sejarah sebagai fondasi menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi modern.

Menurut Rafsanjani, Aceh saat ini tidak hanya dikenal memiliki sejarah panjang, tetapi juga menghadapi tantangan berupa krisis identitas akibat pengaruh globalisasi yang semakin kuat.

Ia menilai kejayaan Aceh pada masa pemerintahan Iskandar Muda seharusnya tidak hanya dipandang sebagai romantisme sejarah, melainkan menjadi sumber nilai yang relevan bagi generasi muda masa kini.


“Nilai-nilai yang dibangun pada masa Kesultanan Aceh harus menjadi kompas bagi pemuda hari ini, terutama dalam menghadapi perubahan sosial dan teknologi yang begitu cepat,” ujar Rafsanjani.

Ia menjelaskan bahwa Islam menjadi fondasi utama dalam kehidupan masyarakat Aceh, tidak hanya sebagai identitas budaya, tetapi juga sebagai sistem nilai dalam tata kehidupan sosial masyarakat.

Menurutnya, konsep Adat Meukuta Alam mencerminkan harmonisasi antara syariat Islam dan tata kelola masyarakat yang pernah menjadi kekuatan utama Kesultanan Aceh.

Dalam konteks modern, Rafsanjani menilai peran intelektual pemuda Aceh harus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Jika pada masa lalu tokoh-tokoh seperti Hamzah Fansuri dan Abdurrauf as-Singkili membangun peradaban melalui karya keilmuan, maka generasi muda saat ini dituntut aktif dalam literasi digital dan inovasi teknologi.

“Pemuda Aceh harus mampu menjadi agen penyaring informasi dan melawan hoaks, sekaligus berperan sebagai inovator di era digital,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat aktivitas sosial, intelektual, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Masjid harus kembali menjadi pusat aktivitas sosial dan intelektual, sebagaimana fungsinya pada masa kejayaan Kesultanan Aceh,” tambahnya.

Dalam bidang ekonomi dan hubungan global, Rafsanjani mengajak generasi muda meneladani semangat diplomasi dan perdagangan internasional yang pernah dibangun Kesultanan Aceh, termasuk hubungan dengan Kesultanan Utsmaniyah.

Menurutnya, semangat tersebut dapat diterjemahkan melalui pengembangan jejaring digital global dan ekonomi berbasis syariah.

“Potensi pemuda Aceh di bidang digital sangat besar. Ini bisa menjadi modal untuk membangun kemandirian ekonomi tanpa kehilangan identitas,” ujarnya.

Rafsanjani juga menyoroti pentingnya simbol pemersatu di tengah dinamika politik Aceh. Ia menyebut penguatan penggunaan Bendera Alam Peudeung dapat menjadi alternatif representasi identitas Kesultanan Aceh secara lebih inklusif.

“Simbol ini bisa menjadi jalan tengah yang merepresentasikan sejarah dan persatuan tanpa menimbulkan polemik berkepanjangan,” katanya.

Di akhir diskusi, Rafsanjani mengingatkan ancaman erosi budaya dan persoalan sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba yang dinilai mulai memengaruhi generasi muda Aceh.

Ia menegaskan pentingnya pemuda memahami sejarah sebagai langkah memperkuat karakter dan identitas di tengah perubahan zaman.

“Pemuda Aceh harus menjadi generasi yang disiplin, berintegritas, dan kompeten, namun tetap berakar pada nilai budaya dan syariat,” tuturnya.

Ia pun mengajak generasi muda Aceh untuk tidak sekadar mengagumi kejayaan masa lalu, tetapi turut menjadi pelaku utama dalam membangun peradaban baru di masa depan.

“Sudah saatnya pemuda Aceh tidak hanya mengagumi sejarah, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam membangun peradaban baru,” pungkasnya.(FF)


banner
NASIONAL
img
Selasa, 12 Mei 2026
Jakarta - TNI melalui Program Papua Pintar menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan dan membangun karakter generasi muda di Papua. Personel Satgas Teritorial, Satgas Swasembada, dan Satgas Habema - KOOPS TNI
img
Selasa, 12 Mei 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Aceh dalam rangka sinergi bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang sebagai langkah memperkuat
img
Selasa, 12 Mei 2026
Jakarta - Dalam Rangka mendukung terlaksananya transformasi digital, Pusat Informasi dan Pengolahan Data Tentara Nasional Indonesia (Pusinfolahta TNI) melaksanakan Forum Satu Data TNI, yang diikuti oleh Disinfolahta TNI AD, AL
img
Selasa, 12 Mei 2026
Manado-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional bersama Komisi Pemberantasan Korupsi menjadikan Sulawesi Utara sebagai daerah percontohan transformasi pelayanan publik bidang pertanahan yang terintegrasi guna memperkuat tata
img
Selasa, 12 Mei 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Upaya menghidupkan kembali nilai-nilai Kesultanan Aceh di tengah derasnya arus globalisasi menjadi perhatian dalam diskusi yang digelar Komunitas Millenial Indonesia Aceh–Jakarta di Dirga Coffee, Cilandak, Jakarta Selatan,
img
Senin, 11 Mei 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional mulai merumuskan transformasi organisasi dan tata kerja (OTK) Kantor Pertanahan (Kantah) dengan pendekatan berbasis kewilayahan guna memperkuat efektivitas pelayanan publik

MEDIA INDONESIA NEWS