Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Bangli-Mediaindonesianews.com: Sejumlah gedung bekas kantor organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Bangli yang dibiarkan rusak dan terbengkalai mendapat sorotan tajam dari DPRD Bangli. Kondisi bangunan yang tidak lagi difungsikan itu dinilai merusak estetika kota dan menimbulkan kesan kumuh di pusat Kabupaten Bangli.
Anggota DPRD Bangli dari Fraksi Golkar, IBM Santosa, Jumat (8/5), mengatakan pihaknya telah mengusulkan rapat kerja untuk membahas persoalan tersebut. Namun hingga kini jadwal rapat belum ditetapkan pimpinan dewan.
“Kami sudah usulkan agar segera dilakukan rapat kerja menyikapi persoalan ini, tetapi pimpinan belum membuat jadwal. Kondisinya jelas merusak pemandangan kota dan memberi kesan kumuh,” ujar politisi asal Desa Demulih, Kecamatan Susut tersebut.
Santosa mengaku belum memiliki data pasti terkait jumlah gedung eks kantor OPD yang terbengkalai akibat perpindahan lokasi instansi. Meski demikian, pihaknya menilai persoalan itu tidak bisa terus dibiarkan karena berpotensi memunculkan dampak sosial dan keamanan.
Menurut dia, kekhawatiran masyarakat terhadap keberadaan bangunan kosong tersebut mulai bermunculan. Warga menilai gedung-gedung terbengkalai itu dapat disalahgunakan untuk aktivitas negatif, terutama pada malam hari.
“Itu gedung bekas kantor ya, kok seperti rumah hantu. Kalau sudah tidak digunakan sebaiknya dibongkar saja. Merusak pemandangan dan bukan tidak mungkin dijadikan tempat aneh-aneh saat malam hari,” keluh seorang warga yang ditemui di kawasan alun-alun Bangli beberapa waktu lalu.
Dari pantauan di lapangan, sejumlah bangunan yang terlihat rusak di antaranya bekas kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di sisi selatan alun-alun Bangli serta bekas kantor Bappeda di sisi barat laut alun-alun. Kondisi halaman yang dipenuhi rumput liar semakin memperkuat kesan kumuh kawasan tersebut.
Persoalan kebersihan di sekitar gedung eks kantor itu juga sempat menjadi sorotan lantaran disebut bukan menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Namun setelah mendapat perhatian publik dan media, Kepala DLH Bangli, Putu Ganda, akhirnya menurunkan petugas kebersihan untuk membersihkan area sekitar bangunan.
Selain gedung eks OPD, bangunan milik Gapensi di Bangli juga disebut mengalami kondisi serupa akibat tidak lagi aktifnya lembaga tersebut.
Di sisi lain, Santosa turut menanggapi banyaknya bangunan restoran terbengkalai di kawasan Penelokan Kintamani yang sebelumnya juga sempat menjadi perhatian mantan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika. Menurutnya, persoalan tersebut perlu dikaji secara menyeluruh agar ditemukan solusi bagi para pelaku usaha.
“Kalau bangunan milik swasta yang terlantar terutama di Penelokan Kintamani, harus dipelajari akar masalahnya dan kalau bisa dicarikan solusi agar mereka bisa bangkit lagi menjalankan usaha. Kasihan mereka sudah investasi tetapi akhirnya mangkrak,” katanya.
Sejumlah pihak menduga banyak restoran di jalur kiri arah Bangli–Kintamani sepi pengunjung karena wisatawan lebih memilih restoran yang menawarkan panorama langsung Danau dan Gunung Batur. Kondisi itu membuat pertumbuhan restoran di sisi kanan jalan meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir setelah aturan pembangunan di kawasan tersebut mulai diperlonggar dengan persyaratan tertentu. (JB)